KABAR DARI ACEH

BPS Aceh Gelar Sejumlah Lomba , Liat Apa Saja Yang Dilombakan

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC).
Dalam rangka Hari Statistik Nasional,  BPS Provinsi Aceh menggelar berbagai kegiatan dan lomba, diantaranya perlombaan olahraga, dan hadiah yang diberikan dalam bentuk doorpres, mengundang seluruh BPS Se – Kabupaten Kota di Aceh.

Kegiatan perayaan ini berlangsung sejak Minggu, 22/09/2019 di Care freeday, menghadirkan Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, menyambut Hari Statistik tersebut,” ujar Kepala BPS Aceh,Drs wahyuddin, MM, Kamis, (26/9/2019) Usai Acara Apel Peringatan HSN Tahun 2019.

“Kegiatan ini dilaksanakan satu hari penuh, karena Senin, kita harus kembali bekerja. Kita memanfaatkan hari libur untuk melaksanakan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, Wahyuddin mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan, Kamis (26/09/2019)  merupakan sambungan dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada  Minggu, lalu.

“Hari ini melombakan pegawai teladan statistik,  kabupaten berprestasi, dan karya ilmiah tingkat nasional. Pesertanya dari Aceh juga dari luar Aceh yakni Blitung Timur, Bengkulu dan Jakarta.,” ujarnya.

Selanjutnya juga akan digelar seminar nasional tentang kependudukan, bekerja sama dengan Unsyiah. “Dan kita laksanakan pada Sabtu, 28/09/2019, mengundang narasumber BPS Pusat, Nasrul Wajdi, MSi, dan Kepala BKKBN Provinsi Aceh,” sebutnya.

“Diperkirakan jumlah peserta 500 orang, dan dilakanakan di Unsyiah,” terangnya.

Dikatakan Wahyuddin, yang menarik HUT statistik ini adalah menyosialisasikan kegiatan sensus penduduk 2020.

“Sensus ini perubahan metode dan pertama kali dilakukan sejak Indonesia  merdeka, dan merupakan sensus penduduk ke 7 yang  pernah kita lakukan. Dengan menggunakan metode kombinasi, antara metode online dan tradisional.” Jelasnya.

Pelaksanaannya metode onlineb akan dilakukan Maret, untuk selanjutnya metode tradisional  pada Juli, dengan menggunakan Gedget atau hp android.

Dikatakan Wahyuddin, tujuan sensus penduduk dilakukan untuk pendapatkan data penduduk Indonesia menjadi satu data kependudukan Indonesia sesuai perpres No39/2019 tentang satu data Indonesia’ Dan nanti kita hasilkan hanya satu data tentang kependudukan Indonesia. Artinya tidak ada lagi perbedaan data -data kependudukan.

“Disamping itu juga untuk mendapatkan karakteristik penduduk untuk keperluan keperluan perencanaan pembangunan kedepan,” tutup Wahyuddin. (edi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!