SOSIAL BUDAYA AGAMA

Di Hari IWD , Perempuan Aceh Katakan Ini

BANDA ACEH – Aceh Monitor Com.Ratusan perempuan dan kelompok muda dari berbagai unsur serta profesi mewakili kelompok , organisasi perempuan yang tergabung dalam aksi bersama memperingati hari perempuan sedunia (Internasional Women’s Day).

Dimana hari hak atas kebenaran dan hari air se-dunia yang dirayakan setiap bulan Maret. Pada aksi kali ini, juga akan ikut serta kelompok laki-laki. Aksi bersama ini dilaksanankan pada hari Minggu 25/03/18. di Lapangan Blang Padang.

Aksi dimulai dengan longmarch memutari lapangan Blang Padang dengan membawa alat kampanye yang berisikan himbauan, tuntutan, dan harapan yang beragam terkait dengan upaya pemenuhan hak-hak perempuan.

Proses kampanye mengelilingi lapangan Blang Padang diiringi oleh tim musik Putroe Kande yang memainkan alat music rapa’i dan serune kalee.

Ketua Presidium Balai Syura, Khairani Arifin berharap agar perayaan IWD ini bisa menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk melihat persoalan perempuan dalam berbagai isu mulai dari isu lingkungan hidup, isu politik, sampai dengan pelaksanan Syariat Islam yang humanis dan adil bagi semua orang.

“Berharap pemerintah memperhatikan isu-isu yang kita munculkan ini menjadi konsen utama kerja-kerja pemerintah kedepan ,  yang termuat dalam perencanaan dapat dilaksanakan, dipenuhi dan perhatikan ” sebut Khairani Arifin dalam siaran pers yang dikirimkan ke redaksi Aceh Monitor Com.

Dengan momen IWD ini , juga menjadi momen bagi pemerintah untuk melakukan refleksi terhadap kebijakan, program dan anggaran yang telah dijalankan selama ini apakah benar-benar sudah menjawab kebutuhan perempuan dan kelompok marginal lainnya dalam bidang kehidupan” tegasnya.

Terkait dengan harapan gerakan perempuan kepada pemerintah untuk menyediakan akses keadilan dan pemulihan terhadap perempuan korban kekerasan seksual termasuk pada masa konflik, Roslina Rasyid-Pimpinan LBH APIK Aceh menyebutkan “Kekerasan terhadap perempuan terus meningkat setiap tahun nya, utamanya kekerasan seksual. Kekerasan seksual semakin berkembang dan beragam, sementara hukum materil dan formil yang mengaturnya sangat terbatas.

Hal yang sama juga disampikan oleh Irma Sari – Pimpinan Aceh Women’s for Peace Foundation (AWPF), menurutnya kerentanan Perempuan dapat dilihat dengan jelas pada berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan yang kian meningkat polanya, bahkan dalam beberapa kasus, tindak kekerasan terhadap perempuan justru memperoleh legitimasi, apakah atas nama agama, adat istiadat maupun hukum yang berlaku.

“Membutuhkan waktu yang panjang untuk memperjuangkan kepentingan dan posisi perempuan yang sejak dulu telah termarjinalkan ” ujarnya.

Sementara itu , terkait perempuan dan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), Direktur Flower Aceh, Riswati menyatakan bahwa Perempuan dan HKSR merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jika bicara isu perempuan maka melekat erat tentang bagaimana perempuan dapat mengakses hak kesehatan seksual dan reproduksinya.

” Berdasarkan fakta di lapangan, saat ini masih banyak persoalan yang dialami perempuan terkait dengan rekproduksinya, yaitu tingginya Angka kematian Ibu (AKI), angka kematian bayi baru lahir, pernikahan usia anak, aborsi illegal, kehamilan tidak diinginkan, HIV AIDS, tidak memiliki kontrol terhadap tubuhnya, menjadi target kekerasan seksual, serta akses layanan publik untuk KSR perempuan yang belum memadai di berbagai wilayah di di Aceh ” jelas Riswati.

Segelumit persoalan yang dialami perempuan, menjadi dilema ditengah-tengah upaya membangun masyarakat Aceh yang sejahtera dan bermartabat. Upaya untuk pemenuhan HKSR perempuan dapat dilakukan dengan menurunkan angka kekerasan seksual dan khususnya terkait dengan pernikahan anak.

Dalam kesempatan tersebut juga hadir , Ketua PKK Aceh, Darwati A. Gani, kepala DPPPA, Nevi Ariyani, Politisi perempuan, Illiza Sa’adullah, ketua P2TP2A Aceh, Amrina Habibi, serta sederet tokoh-tokoh perempuan penting lainya. (Rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!