Takengon -Aceh Monitor Com. Gempa yang melanda kecamatan Ketol,kabupaten Aceh Tengah 2013 silam mengakibatkan banyak kerusakan, mulai dari tempat tinggal warga sampai sarana umum seperti Puskesmas dan Masjid.
Telah tiga tahun tragedi berlalu, namun masih menyisakan duka, seperti yang di alami warga desa Gelumpang Payung, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah yang kehilangan bangunan Masjid DARUSSA’ADAH.
Pembangunan masjid sempat berjalan karena bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Aceh Tengah, namun dana tersebut tidak mencukupi untuk melanjutkan pembangunan, berbagai upaya telah di lakukan,seperti mengirim proposal kepada pihak Provinsi namun sampai saat ini belum ada tanggapan.
Masyarakat sangat merasakan kehilangan, Saat ini masyarakat desa Gelumpang Payung melaksanakan shalat tarawih di TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an), ruangan yang serba keterbatasan ini di jadikan Masjid sementara, suasana haru menyelimuti siapa saja yang shalat di Masjid sementara tersebut.
Ruangan berukuran 5×9 ini tidak sepenuhnya dapat menampung seluruh masyarakat desa Gelumpang Payung untuk melaksanakan ibadah. Bahkan untuk shalat Jum’at saja kini telah di alihkan ke manasah Desa.
Saat ini masyarakat desa Gelumpang Payung mengumpulkan dana dari tiap-tiap kepala keluarga(KK) sebesar 300 ribu pertahun, ‘setelah dana terkumpul barulah bangunan di lanjutkan kembali, dan kembali tertunda setelah kehabisan dana’ ucap Asnawi (40) warga desa Gelumpang Payung jumat 30/06/16
Inisiatif warga tersebut telah berjalan sejak 2014 hingga kini. Semangat dan kebersamaan warga tidak hanya terlihat dari inisiatif tersebut, seperti yang di lakukan M.Yudin (45) warga yang berprofesi sebagai Petani yang mendesain sendiri Miniatur bangunan Masjid Darussa’adah dari bahan sisa bangunan seperti triplek, papan, dan sandal bekas. “mau minta desain sama orang ahli, dana buat beli bahan masjid aja gak cukup” ujarnya sambil menunjukan miniatur buatannya.
Banyak warga salut melihat buah tangan M.Yudin yang hanya lulusan SMA, sekilas masjid tersebut terlihat sangat rapi persis bangunan asli. Masyarakat sangat setuju dengan desain yang di buat M.Yudin namun pembangunan tetap terkendala akibat dana. “kalo di bangun persis mungkin membutuhkan dana sekitar 1 Miliyar” tambah M.Yudin.
Warga desa Gelumpang Payung sangat berharap adanya dukungan dan bantuan dari pihak pemerintah maupun dari seluruh masyarakat negeri ini untuk membantu melanjutkan pembangunan Masjid Darussa’adah.
Bagi masyarakat atau pemerintah yang ingin membantu pembangunan Masjid Darussa’adah bisa langsung mengirimkan ke Via BRI, dengan Nomor Rekening 3986-01-010200-53-2, atas nama MASJID DARUSAADAH (Sai)
