KABAR DARI ACEH

Exco PSSI Pusat Pastikan Kongres PSSI Aceh 2026 Sah dan Sesuai Statuta

Laporan : Ervanda

 

 

Sigli – Aceh Monitor com. Di tengah isu boikot yang beredar, Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh periode 2026-2030 akhirnya resmi dan sah digelar ball room hotel Safira Sigli , Sabtu 03/10/26.

Kongres yang menentukan nahkoda baru sepak bola Aceh ini dihadiri mayoritas pemilik suara (voter) dan disaksikan langsung secara virtual oleh PSSI Pusat.

Ketua PSSI Aceh, Nazir Adam menegaskan kongres tetap harus jalan karena berada di jalur yang benar demi menyelamatkan sepak bola Aceh.

“Dari 23 PSSI kota/kabupaten, hadir 22. Dari 16 klub, hadir 11 klub. Kita melakukan tahapan kongres ini dengan panitia independen. Terima kasih untuk teman-teman yang telah melakukan tugasnya dengan baik,” ujar Nazir Adam.

“Memang ada isu yang memboikot kongres ini, tapi kenapa tidak kita hentikan? Karena kita ada di jalan yang benar. Kita lakukan ini untuk menyelamatkan sepak bola Aceh. Terima kasih atas dukungan yang kuat sehingga kongres ini bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Keabsahan kongres diperkuat pernyataan Exco PSSI Pusat, Juli Rahman, yang menyaksikan jalannya kongres secara virtual.

Menurut Juli, pelaksanaan Kongres PSSI Aceh sudah sesuai statuta PSSI dan berjalan tertib tanpa intervensi pihak manapun.

“Sudah memenuhi statuta, berjalan tertib dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Mudah-mudahan Kongres PSSI Aceh berjalan lancar tanpa kendala apapun. Peserta kongres selamat melakukan kongres dengan baik, tentram, sesuai statuta,” ujar Juli Rahman.

Kongres secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh,T. Banta Nuzullah.

Dalam sambutannya, T. Banta menegaskan kongres ini bukan hanya soal memilih pimpinan, tapi momentum kebangkitan sepak bola Aceh.

“Kongres ini bukan hanya melihat pimpinan, tapi momentum untuk sepak bola Aceh ke depan lebih baik. Sepak bola bukan hanya olahraga semata,” kata T. Banta.

Ia berharap pengurus baru PSSI Aceh periode 2026-2030 fokus pada pembinaan usia dini dan membangun ekosistem yang berkelanjutan, bukan hanya program jangka pendek.

“Pemerintah Aceh berharap kepemimpinan pengurus PSSI ke depan fokus pada usia dini yang berprestasi. Aceh memiliki talenta yang bagus. Siapapun yang terpilih memimpin PSSI Aceh, kita berharap sepak bola Aceh bisa lebih baik,” pungkasnya.

Saat ini, Kongres PSSI Aceh 2026-2030 masih berlangsung untuk memilih Ketua Umum baru yang akan memimpin sepak bola Aceh empat tahun ke depan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!