KABAR DARI ACEH

FGD Di Kabupaten Pidie , Ada Lima Hal Permasalahan Jelang Pemilu 2019

Pidie – Aceh Monitor Com. Kesbangpol Aceh bekerjasama dengan kesbangpol Pidie, menggelar FGD dengan Ormas dan Kelompok Strategis lainnya di kota sigli. Kamis tanggal 4 oktober 2018.

Hadir pada acara tersebut ,  utusan perwakilan ormas dan kelompok  -kelompok strategis lainnya sebanyak 22 orang, Kepala kesbangpol pidie Drs. Zulfikar Yacob, MM. Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan FGD kali ini.

Kepala kesbangpol pidie dalam sambutanya , memberikan apresiasi kepada kesbangpol Aceh, yang telah melaksanakan kegitan ini.

Drs. Zulfikar Yacob, MM. mengatakan ormas adalah mitra pemerintah terutama pemerintah kabupaten Pidie, menjelang pemilu legislatif dan pilpres mendatang. Ormas memiliki peran sangat penting , karena ormas dapat menjadi peredam konflik di tengah – tengah masyarakat.

Diskusi yang pandu oleh Kasubbid ormas kesbangpol Aceh Musmulyadi, S.Pd.I. MM. Berjalan dengan lancar dan hampir semua perwakilan ormas yang hadir menyampaikan pendapat, saran dan menyampaikan beberapa hal yang akan dapat mengganggu kelancaran pemilu yang akan datang.

Diantaranya adalah seperti yang di utarakan oleh perwakilan DPD KNPI Pidie Riska Hannisa ,  untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan kedepan sosialisasi dan diskusi seperti ini harus terus di tingkatkan oleh badan kesbangpol.

Selanjutnya ketua forum Geuchik se Kabupaten Pidie Nazaruddin Daud juga menyampaikan ada oknum – oknun tertentu yang mencoba memberikan informasi yang tidak jelas , seperti mengatakan apabila tidak memilih salah satu calon maka dana desa atau dana gampong kedepan tidak ada lagi.

Hal semacam ini kita perlu klarifikasi bersama. Sedangkan Syukri dari kelompok Disabilitas juga mengatakan ,masih terjadinya diskriminasi terhadap disabilitas, salah satu nya masih adanya rekan rekan disabilitas yang belum memiliki KTP.

“Saya berharap pada TPS nanti , agar juga memperhatikan kemudahan bagi kaum disabilitas untuk berpartisipasi memberikan hak suaranya, kalo bisa TPS jangan terlalu tinggi sehingga kami yang memiliki keterbatasan khusus dapat menjangkau dengan mudah” sebutnya.

“Dana desa tersebut memiliki undang-undang khusus , jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan caleg- caleg ,  jadi jangan percaya itu ” kata Zulfikar yang juga peenah sebagai kepala BPM Pidie.

Di sesi akhir Kepala Bidang ketahanan Ekonomi Sosbud dan Ormas. Drs. Kahar Muzakkir yang disampaikan oleh kasubbid Ormas kesbangopol Aceh menberikan apresiasi kepada semua yang hadir atas partisipasinya.

“Sangat banyak masukan yang berharga dan ide -ide brilian hari ini dan kami juga sudah memiliki catatan , terkait hal yang berkembang dikabupaten ini , salah satu diantaranya disinyalir adanya indikasi kerawanan ketidaknetralan berbagai pihak dalam pemilu mendatang ” jelasny.

“Ini akan kita berikan masukan kepada pimpinan untuk langkah selanjutnya. Dan ini juga tugas kita selaku ormas untuk mengawal dan memantau agar pemilu kedepan dapat terwujud dgn sukses “imbuhnya.

Dari FGD ini dapat di inventarisir berbagai hal antara lain.

1. Masih adanya oknum-oknum yang belum dewasa dalam menjagokan jagoannya (dalam pileg dan pilpres).

2. Masih latahnya menanggapi isu dimedia sosial sehingga tidak dapat membedakan mana isu yang benar dan bohong.

3. Masih adanya diskriminasi bagi penyandang disabilitas

4. Masih adanya pihak – pihak  tertentu senantiasa mencari titik kelemahan orang lain (membuka aib) orang lain untuk menuju kursi kemenangan.

5. Adanya kekwatiran tidak netralnya para Stakeholders dalam pemilu mendatang. (Rel/Pri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!