POLHUKAM

Hakim Periksa Terdakwa Pembunuhan Keluarga Mulyadi

Tapaktuan – Aceh Monitor.Com. Terdakwa pembunuhan sekaligus pencurian Edi Saputra, Umur 27 Tahun, melakukan sidang lanjutan di Pengadilan Negri Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, (12/12/2017) siang.

Sebelumnya Majelis hakim Pengadilan Negri Tapaktuan memulai persidangan kasus pembunuhan tersebut pada 5 September 2017 lalu.

Dari pengakuan sipelaku pembunuhan disertai pencurian tersebut di Pengadilan, sipelaku asli berasal dari warga Desa Lemah Burbana, Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah. pelaku tinggal ditempat kakak nya di Babahrot Kecamatan Blangpidie.

Terdakwa sebelumnya pernah melakukan tindak Pidana Pencurian Motor serta memakai Narkoba, dan difonis penjara selama 1 Tahun 8 Bulan.

Kasus pembunuhan dengan korban meninggal sebanyak  3 orang itu terjadi Selasa, tanggal 16 Mei 2017, sekitar pukul 01.17 WIB di Desa Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya.

“Sebelum melakukan aksi nya sipelaku tersebut sudah membawa sebilah pisau dan satu obeng dari tempat sipelaku tinggal, lalu sipelaku pergi ke sebuah tempat dimana sipelaku bekerja dulu, sampai menjelang Magrib”.ujar pelaku pada saat persidangan.

Sipelaku berniat membawa sebilah pisau dan obeng tersebut untuk menyungkit jendela rumah yang akan ditujunya.

Selepas magrib, lalu pelaku menuju ke sebuah tempat di Daerah yang tempat tersebut menjual tuak, lalu sipelaku mampir disebuah tempat tersebut sambil meminum tuak selama 3 Jam, setelah itu pelaku langsung menuju rumah korban.

Sebelum nya sipelaku sudah beberapa kali melewati rumah Ibu Hajah Winarlis tersebut, setelah larut malam  sipelaku mulai melakukan aksi mencurinya dengan mengendap masuk ke rumah korban tersebut lewat pagar samping kanan, dan sipelakupun langsung menuju ke belakang rumah korban tersebut.

Sipelaku berusaha untuk masuk kedalam rumah melewati pintu belakang namun aksi tersebut gagal, lalu sipelaku mengambil sebuah balok untuk memanjat ke atas rumah untuk masuk kedalam rumah korban.

Setelah berhasil  masuk dan semua lampu dirumah korban tersebut sudah mati, sipelaku mulai melakukan aksinya.

Disaat pelaku sedang menjalankan aksinya, tiba – tiba ibu Hajah Winarlis tersebut bangun sambil mengambil senter, lalu si pelaku bersembunyi disamping kursi, lalu korban menyenter kearah sipelaku dan korban berteriak maling, pelaku pun mengejar ibu tersebut dan mebunuh korban dengan sebilah pisau yang dibawanya, dengan 14 kali tusukan, dan sipelaku juga membunuh 2 orang cucu dari ibu Hajah Winarlis tersebut.

Tiga korban meninggal masing-masing, Habibi Askhar Balihar (8) dan Fakhrurrazi (12), dua anak yang meninggal tersebut adalah anak Mulyadi (Kepala Bidang Pengairan pada Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Abdya), dan ibu mertuanya, Hj Winarlis (62).
Subsider melanggar Pasal 339 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

Lebih subsider melanggar Pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun, dan melanggar Pasal 76 huruf C jo Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2004 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Untuk tuntutan Hukum kejadian tersebut pihak Pengadilan Negri Tapaktuan ditunda sampai Tanggal 2 Januari 2018. ( FJR )

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!