POLHUKAM

Fachrul Razi Bicara Ini Terkait Hmyne Dan UUPA

Banda Aceh – Aceh Monitor Com.Senator muda asal Aceh Fachrul Razi mengatakan , memberikan apresiasi bagi penyelenggara , yakni DPRA dan juga pekarya Aceh yang menciptakan Hmyne , begitu juga bagi yang kontra akan Hmyne tersebut.Hal ini dikatakanya kepada Aceh Monitor Com.Jumat 08/11/17

Menurutnya , mereka yang kontra bukanya tidak mendukung dengan adanya Hmyne , akan tetapi yang kontra meminta adanya perubahan jangan hanya satu bahasa tertentu.Kata Fachrul Razi.

‘’Hal seperti ini harus diakomodir , karena Aceh mempunyai banyaknya Suku , Budaya dan  Adat Istiadat yang harus terwakilkan dalam Hmyne tersebut ‘’sebut Fachrul Razi

‘’Mari kita berpikir persatuan disini , galang semua kekuatan yang ada dalam satu simbol –simbol Aceh dan hal – hal seperti ini dapat di musyawarahkan kembali ‘’ lanjutnya lagi.

Ia menambahkan , dalam Hmyne juga harus ada terkandung nilai – nilai kesejarahan Aceh , Perdamain dan Rekonsiliasi , Aceh masa depan dan yang sangat terpenting nilai – nilai yang dimiliki Aceh secara Adat Budaya dan Seni.

Selain itu Fachrul Razi juga menjelaskan terkait UUPA yang dicabut dan sedang disidangkan di MK , ia menilai pemerintah pusat selalu menjalankan cara seperti ini untuk mengeleminasi dan mengkerdilkan Undang – Undang Pemerintahan Aceh.

‘’Pusat hanya melihat dalam konteks hukum Nasional tapi dalam Konteks rekonsiliasi , perdamaian , Filosofi persatuan dimana Aceh mengalami konflik 30 tahun lalu seperti dilupakan kalau Aceh mempuyai prinsip lainya yang sebenarnya harus dipertimbangkan yaitu prinsip perdamaian dan rekonsiliasi ‘’ujar Fachrul Razi.

Mantan Juru Bicara Partai Aceh ini melanjutkan , dipastikan kedepan akan terus menerus pemerintah pusat mengurangi kekuatan dari UUPA , namun kalau berpikir kembali bahwa Aceh jangan di otak atik sebelum semua yang disepakati dilaksanakan akan menjadi solusi.

‘’Tapi ini yang terjadi tidak seperti kita inginkan , pemerintah pusat terus menerus mencoba melakukan hal – hal yang kontroversial dan ini sangat menggangu  kepercayaan Aceh terhadap pusat ‘’tutupnya. (van/pri)

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!