Laporan : Wiwin Trianasanti.
Aceh Tengah – Aceh Monitor com. Minimnya infrastruktur sarana jalan penghubung empat desa di Kecamatan Linge diantaranya Desa Jamat, Desa Payung, Desa Delung Sekinel dan Desa Kute Reje Kabupaten Aceh Tengah mengakibatkan aktivitas pengguna jalan terputus total, Rabu (3/11/2021).
Salah satu akibat dari rusaknya jalan penghubung antar desa di Kecamatan Linge adalah tertundanya kegiatan ANBK (Assesmen Nasional Berbasis Komputer) SD Negeri 10 Kecamatan Linge Desa Jamat Gel.III hari kedua yang akan dilaksanakan di SMP Negeri 24 Takengon (Owaq).
Guru dan siswa SDN 10 Kecamatan Linge yang hendak menuju SMP Negeri 24 Takengon melaksanakan ANBK tidak dapat terlaksana akibat jalan yang rusak.

Baiksyah. S.Pd Tokoh Pemuda Kecamatan Linge sangat menyayangkan minimnya infrastruktur yang menghambat aktivitas warga Kecamatan Linge menjadi penyebab ketertinggalan pendidikan dan kemiskinan.
“Jika daerah masih terisolir tentu akan sangat dekat dengan kemiskinan, masyarakat memiliki usaha perkebunan misalnya, bagaimana mereka harus menjualnya jika tidak didukung akses jalan darat yang layak, begitu juga dengan daya beli masyarakat menjadi rendah karena mahalnya biaya yang dikeluarkan,” ujar Baiksyah.

Baiksyah berharap kepada dinas terkait dapat segera memperbaiki jalan dan jembatan dengan mempertimbangkan kualitas yang sesuai kondisi setiap daerah agar aktivitas masyarakat kembali seperti semula sehingga dapat meningkatkan nilai pendidikan dan perekonomian di Kecamatan Linge.
“Jangan asal- asalan, kita melihat pembangunan di Kecamatan Linge ini sudah minim, contohnya sebagian jalan yang sudah pernah di aspal di Linge sudah rusak lagi, jadi harapannya pembangunan infrastuktur tidak hanya sekedar dibangun namun harus yang berkualitas sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kondisi terakhir jembatan saat ini belum dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, namun masih terdapat warga yang tetap nekat melintasi jalan akibat kebutuhan mendesak.
