Redaksi
Banda Aceh – Aceh Monitor com . Judi online saat kini makin marak bukan hanya di kalangan pelajar dan mahasiswa tapi juga malah merambah ke pejabat daerah.
“Ini sungguh mengkuatirkan bagi anak bangsa ini , malah saya dengar pejabat daerah juga terbawa arus ke judi online,” ungkap politisi partai Gerindra , Dra.Hj.Zulhafah M.S.i , Minggu 30/06/24.
Zulhafah menambahkan keberadaan judi online semakin meresahkan, sehingga perlu melacak dan menghapus semua konten serta situs judi online secara sistematis.

“Enggak cukup hanya memburu penggunanya, bagaimanpun juga mereka tidak mungkin berjudi kalau tidak ada wadahnya. Justru yang paling penting itu memberantas kontennya, website-nya sekaligus bandarnya,” kata Zulhafah.
Selain itu fenomena ini jadi salah satu bukti bahwa literasi keuangan masyarakat kita masih sangat rendah. Kurangnga literasi keuangan membuat orang mudah terbawa iming-iming kaya mendadak dalam waktu instan yang selalu dielu-elukan oleh perusahaan judi online,
“Berdasarkan data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sejak awal 2023 hingga saat ini total angka transaksi masyarakat Indonesia dalam judi online sudah mencapai angka Rp 200 triliun, ini sungguh sangat luar biasa,” sebut Zulhafah yang juga tokoh masyarakat Aceh ini.
Zulhafah menyebutkan perlu adanya tindakan keras bagi pemain judi online ini , selain itu peran orang tua dan juga guru juga dibutuhkan agar anak – anak mereka tidak terjerumus lebih dalam di judi online.

“Ini penting peran mereka untuk mengawasi serta memberikan pengertian mendalam bahwasanya judi online itu tidak membuat kita kaya tapi justru membuat kita sengsara dan juga berdosa dilarang dalam agama kita,” ungkapnya lagi.
Zulhafah juga mengharapkan agar persoalan judi online ini dapat segera bisa di tindaklanjuti secara cepat agar tidak berlanjut lebih lama.
“Tindakan tegas apapun itu , agar masyarakat tidak berani untuk melakukan permainan judi online ,” tutup Zulhafah.
