Redaksi
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Ketua Satgas PPA Mustafa Abdullah menilai kinerja Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Nasri Jalal.tidak sesuai dengan harapan masyarakat dan meminta gubernur Aceh Muzakir Manaf sela untuk mengevaluasi secara serius.
“Kepemimpinan Nasri Jalal belum menunjukkan hasil maksimal sebagaimana yang diharapkan masyarakat Aceh, khususnya dalam pengelolaan sektor minyak dan gas bumi yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah,”sebut Mustafa Abdullah Sabtu ,14/03/26.
Mustafa Abdullah menabahkan keberadaan BPMA merupakan amanah besar yang lahir dari kesepakatan damai antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka melalui Perjanjian Helsinki, yang kemudian diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Melalui dasar hukum tersebut, Aceh diberikan kewenangan lebih luas untuk mengelola sumber daya alamnya, termasuk sektor migas.
“Sudah setahun lebih program gubernur agar koprasi tambang rakyat harus dilaksanakan oleh pemerintah Aceh,namun ini menjadi harapan hampa di tangan Nasri Jalal”kata ketua Satgas.
Mustafa menjelaskan BPMA bukan milik pribadi atau kelompok tertentu. Lembaga ini lahir dari perjuangan panjang rakyat Aceh yang penuh pengorbanan.
“BPMA seharusnya menjadi instrumen strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya migas yang transparan dan berpihak kepada kepentingan daerah”tambahnya lagi.
“Jadi Gubernur Aceh jangan Ok ragu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan Nasri Jalal di BPMA,” ujarnya.
“Jika dari hasil evaluasi ditemukan bahwa kinerjanya tidak sesuai harapan rakyat Aceh, maka sudah sepatutnya Gubernur mengambil langkah tegas dengan mencopotnya dari jabatan Kepala BPMA,” tutup Mustafa Abdullah
