SOSIAL BUDAYA AGAMA

Komda PGPKT Gelar Bakti Sosial Kesehatan , Ini Kata Kadinsos Aceh

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Komite Daerah Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (Kopda PGPKT) Provinsi Aceh, melakukan bakti sosial kesehatan dalam rangka memperingati World Hearing Day 3 Maret 2019 untuk penyandang disabilitas netra di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya (RSBM) Dinas Sosial Aceh yang beralamat di Jalan Krueng Raya, Gampong Ladong, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (3/3/2018).

Adapun bakti sosial kesehatan yang dilakukan berupa penyuluhan tentang kesehatan telinga dan pendengaran, pemeriksaan telinga dan pendengaran, bersih-bersih telinga, pemeriksaan OAE dan Audiometri, pengobatan dokter spesiali T.H.T.K.L dan mata, pemeriksaan dan pengobatan umum, serta pemeriksaan dan pengobatan gizi. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 9.30 WIB ini berlangsung di Aula UPTD RSBM, dan diikuti oleh seluruh disabilitas netra yang ada di UPTD tersebut.

Ketua Komda PGPKT Aceh dr Lily Setiani Sp THT-KL (K) FICS mengatakan, kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati world hearing day tersebut bertujuan agar telinga dan pendengaran seluruh anak-anak disabilitas netra di UPTD tersebut dapat menjadi lebih baik.

Karena, kata Lily, apabila mereka menjumpai kelainan telinga maka akan diberikan solusi baik berupa pengobatan langsung atau jika penyakitnya tetap berlanjut dan tidak bisa ditangani di sini maka akan dirujuk ke rumah sakit di Banda Aceh.

Lily menuturkan, dalam melakukan pemeriksaan telinga dan pendengaran, terlebih dahulu mereka memeriksa fisik telinga, kemudian dilakukan pembersihan, baru kemudian dilakukan pemeriksaan.

“Jadi kami dari Komda PGPKT setiap 3 Maret memperingati Word Hearing Day karena di seluruh dunia berharap kita bisa bebas dari gangguan telinga dan pendengaran pada 2030 nantinya,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM melalui Kepala UPTD RSBM Fachrial, S.Pt., M.Si, mengucapkan terimakasih dan bersyukur atas kedatangan Komda PGPKT yang bersedia memberikan pelayanan kesehatan pendenagaran kepada siswa-siswi binaan UPTD RSBM Dinsos Aceh.

“Harapan kami kunjungan ini bisa berlanjut pada kunjungan –kunjungan lainnya ke depan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Fachrial juga menuturkan, anak-anak disabilitas netra binaan UPTD RSBM berjumlah 40 yang terdiri 11 orang perempuan dan 29 orang laki-laki. Mereka direkrut dari berbagai kebupaten/kota di Aceh dengan kondisi kesehatan yang berbeda-beda, serta latar belakang sosial ekonomi yang juga tidak sama. Di UPTD, ke 40 anak-anak disabilitas netra tersebut dilatih dan dididik untuk mandiri dengan berbagai bekal ketrampilan.

“Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dan kemandirian, sehingga saat mereka dikembalikan ke masyarakat sudah bisa bermanfaat untuk masyarakat sekurang-kurangnya untuk diri mereka sendiri,” jelas Fachrial.[]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!