IPTEK

Kurang Hemoglobin saat hamil berisiko pendarahan saat persalinan.

Banda Aceh – Aceh Monitor Com.Ibu hamil dengan anemia atau kadar Hemoglobin (Hb) kurang 11 gr/DL menjadi faktor risiko menyebabkan pendarahan dalam persalinan atau saat operasi Sesar.

Kejadian ibu hamil dengan anemia masih tinggi terutama di negara sedang berkembang, termasuk Indonesia. Badan kesehatan dunia (WHO) pada tahun 2011 mencatat ada 800 juta anak dan wanita usia reproduksi aktif dengan anemia dan 32.4 juta diantaranya adalah ibu hamil. Di Indonesia tahun 1999 dilaporkan ibu hamil dengan anemia 37,1 persen terutama yang disebabkan oleh anemia defisiensi besi.

Seorang ibu hamil dengan anemia akan berisiko mengalami kontraksi rahim yang kurang baik sehingga bisa menyebabkan pendarahan yang hebat atau banyak yang bisa mengancam jiwa ibu, selain itu ibu hamil dengan anemia juga berpotensi melahirkan prematur dan bayi lahir dengan berat rendah. Pernyataan ini disampaikan

Zhafira Salsabila Zahruddin saat mempertahankan penelitiannya untuk mencapai gelar sarjana kedokteran didepan pengujinya dr Tgk Puspa dewi,SpOG dan dr Dian,SpBA, di Kampus FK Unsyiah Senin, 18 Desember 2017. Zhafira melakukan penelitian retrospektif analitik observasional pada 35 pasien anemia dan 35 pasien kontrol, dari data sekunder pasien yang dirawat di RSUDZA selama setahun, yang memenuhi kriteria inklusi penelitian rentang waktu oktober 2016 sampai september 2017.

Dia mendapatkan dari 35 orang ibu hamil defisiensi besi yang diteliti 18,6 persen mengalami atonia uteri dan 21,4 persen diantaranya lahir dengan berat badan lahir rendah.

Peneliti menyimpulkan ibu hamil dengan anemia 13 kali beriko perdarahan pasca salin dan 2,5 kali lahirkan bayi berat lahir rendah. Zhafira sangat mengharapkan ibu hamil saat melakukan antenatal care untuk melakukan pemeriksaan darah sejak awal kehamilan untuk mendeteksi anemia dalam kehamilan, untuk mengurangi resiko dari atonia uteri dan bayi berat lahir rendah.

Dosen pembimbing Zhafira, Dr dr Mohd Andalas,SpOG dan dr Roziana SpOG, bangga atas hasil karya anak didiknya untuk program sarjana kedokteran dan memberi kesempatan bagi Zhafira untuk mempresentasikan hasil penelitiannya pada pekan ilmiah tahunan para dokter ahli kebidanan kandungan dimedan tahun depan.(rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!