Lhoksukon Aceh Monitor Com. Puluhan ribu massa pendukung dan simpatisan pasangan calon (Paslon) Bupati Aceh Utara nomor urut 4, Fakhrurrazi H.Cut- Mukhtar Daud (Fatar) menjadi saksi sejarah untuk Pilkada Aceh Utara 2017.
Betapa tidak, walaupun hujan mengguyur Kota Lhoksukon, namun pendukung setia dengan penuh semangat mendengar orasi para juru kampanye politik untuk calon pemimpin Aceh Utara 2017- 2022, dilapangan Landing, Lhoksukon, baru baru ini.
‘ Ini menandakan bahwa Fakhrurrazi dan Mukhtar adalah calon pemimpin yang sangat sejuk dan dicintai rakyat Aceh Utara,’ ujar juru Kampanye Pasangan FATAR, Tgk Amar Dona mengawali orasi dihadapan massa yang hadir.
Kita harus bangkit untuk melawan kelompok kelompok yang hanya ingin memperkaya kroni kroninya seperti yang terjadi selama satu dekade ini, ‘ ungkap Amar Dona yang berapi-api.
Kemudian dilanjutkan Calon Wakil Bupati Mukhtar Daud akrab disapa Geucik Tar yang meneteskan air matanya karena terharu melihat rakyat Aceh Utara memadati lapangan Langding tersebut.
” Trimenggaseh keu ummi-ummi, Teungku- Teungku, yang ka neu peuvaya dan neudukung kamoe untuk memimpin bunoe Pasee nyoe ( terimakasih ke ibu- ibu, bapak-bapak yang sudah mempercayai dan mendukung kami untuk memimpin bumi Pasee ini),’ kata Mukhtar Daud dengan penuh semangat.
‘ Geucik Tar juga meminta kepada pendukung setia FATAR pada hari pencoblosan 15 Februari untuk terus mengawal seluruh TPS di masing-masing Gampong, karena untuk menjaga hal hal yang tidak diinginkan.
Usai Geucik Tar berorasi, dilanjutkan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk Muslem Attahiry, Angota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Ghazali Abbas Adan dan mantan Anggota DPRD Tingkat II Aceh Utara, Tgk Rasyidin Jenjok.
Sementara sesi terakhir orasi disampaikan Calon Bupati Fakhrurrazi H. Cut (F Rozi) dalam orasinya memaparkan visi-misi Pasangan FATAR yang akan direalisasikan melalui program-program pro rakyat, diantaranya; Penerapan Syariat Islam secara Kaffah dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan Qanun Aceh, Pemberian Beasiswa untuk anak yatim, korban konflik dan fakir miskin, Perbaikan tata kelola pemerintah yang amanah, Pembangunan ekonomi berbasis Agro industri.
Kali nyoe dak jidong bakat ditingoh laot, han le lon surot layeu bahtra lon gunci, bah jipot angen badee meubalot-balot, han le lon takot, nyoe ka lon glong gaki,” ujar F Rozi. (fud)
