SOSIAL BUDAYA AGAMA

MAA Gelar Pelatihan Pemberdayaan  Pemangku Adat  Bireuen

Bireuen – Aceh Monitor Com. Majelis Adat tingkat Provinsi Aceh menggelar pelatihan pemberdayaan kelembagaan adat. Kegiatan pelatihan turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bupati Bireuen H Saifannur S,Sos yang diwakli Staff Ahli Bupati Ir M Jafar MM, Kepala Sekretariat MAA Aceh Usman Umar, Kabid Hukum Adat MAA Provinsi Aceh Abdurahman SH , M.Hum, kepala Sekretariat MAA Kabupaten Bireuen, para peserta perwakilaan dari kejruen blang, panglima laot, pawang glee, peutua seuneubok, haria peukan, dan syahbanda, dalam Kabupaten Bireuen.yang berlangsung di Aula hotel Djarwal, Selasa (10/7/2018).

Dalam sambutannya Bupati yang diwakili Staff Ahli Ir M Jafar MM menyampaikan perkembangan arus globalisasi saat ini semakin gencar dan rasa cinta terhadap adat & budaya semakin berkurang. Untuk itu, peran dan tokoh masyarakat dalam penguatan dan pelestarian adat sangatlah dibutuhkan agar tradisi dan budaya sebagai identitas ke-Acehan tetap melekat dalam kehidupan masyarakat.

“Pemangku adat dan pengurus MAA harus tetap aktif menggerakkan lembaga-lembaga adat di Aceh agar lebih berperan menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat supaya dapat mencegah gesekan sosial budaya yang bersifat negatif” ungkapnya

Pada kesempatan itu, Kepala Sekretariat MAA Aceh Usman Umar didampingi Kabid Hukum Majelis Adat Aceh Abdurahman menjelaskan dalam membina, mengkoordinir lembaga-lembaga adat di Aceh yang terdiri dari Imeum mukim, Imuem chik Keuchik, Tuha peut, Tuha lapan Imeum meunasah, Keujrun blang, Panglima laot Pawang glee, Peutua sineubo, Haria peukan,Syahbandar.

“Dulunya lembaga tersebut merupakan lembaga-lembaga adat sebagai institusi teknis di bawah koordinasi imeum mukim yang memiliki peran, fungsi dan kewenangan untuk mengatur, mengawasi, dan mengelola sumber daya alam sebagai hak ulayat mukim”jelasnya

Dan Keberadaan lembaga-lembaga adat tersebut tergantung pada letak geografi mukim bersangkutan. Sehingga, bisa jadi, pada suatu mukim ada lembaga adat yang tidak ada pada mukim lainny Misalnya, lembaga adat laoet hanya ada pada mukim yang wilayahnya di pesisir laut.

“Kehidupan masyarakat Aceh telah memberi kedudukan dan peran kepada Lembaga Adat Aceh untuk menjalankan Adat Istiadat dalam bermasyarakat dan bernegara”tuturnya

Selanjutnya, ia meminta kepada para pemangku adat dan pengurus MAA untuk terus melestarikan Adat dan Adat Istiadat serta budaya yang hidup di Gampong-gampong yang sudah diwariskan oleh endatu dahulu, seperti gotong royong, solidaritas dan sosial yang tinggi, sopan santun, dan lainnya.

“Khusus dalam mengindetifikasi masalah dan diharapkan kepada seluruh element bersama untuk mengajak para pemangku adat melakukan kajian-kajian terhadap perkembangan adat dan budaya agar dapat menentukan langkah terbaik untuk menjaga dan merawat adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Aceh” tutupnya

Acara pelatihan yang diusung Majelis Adat provinsi Aceh tahun ini bertemakan “mewujudkan Aceh Meuadab menuju Aceh Hebat” akan dilaksanakan selama dua hari dan kegiatan akan diisi oleh pemateri berkopetensi dari MAA provinsi serta .(duta)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!