
Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Siapa Bilang Wartawan enggak perlu sejahtera dan siapa bilang Kuli tinta tidak butuh makan,bicara sejahtera,bicara biaya hidup Wartawan juga butuh karena Wartawan juga Manusia.
Dalam tulisan ini tidak ada maksud untuk membela komunitas si Kuli Tinta , tapi tulisan ini bicara Fakta yang terjadi di tiga kepimpinan Pemerintah Aceh yakni era Gubernur Abdullah Puteh 2000-2004 Irwandi Yusuf 2007-2012 dan Zaini Abdullah 2012-Sekarang.
Dimana persaingan Media,Persaingan taraf hidup wartawan di pertaruhkan di era kepimpinan tiga Gubernur Aceh ,baik bagi kelangsungan hidup media,Wartawan dan juga Komunikasi pejabat dengan Pekerja Pers ini.
Kita mulai di Era Abdullah Puteh menurut rekan rekan senior di Wartawan di era Abdullah Puteh Wartawan sangat di hargai profesinya ,saat ingin menemui pejabat yang bersangkutan mudah dan tidak sembunyi sembunyi saat menjumpai Wartawan untuk di kompirmasi.
‘’Era Abdullah Puteh kita sangat di hargai saat kita datang ke kantornya selalu di terima wel come , baik kepala dinas ataupun Gubernur nya sendiri sangat dekat dengan kita mereka berbaur tidak ada sungkan sungkan bersenda Gurau ‘’jelas Wartawan Senior yang tidak mau saya sebutkan namanya.
Jawaban ini bukan hanya satu Wartawan saja tapi semua wartawan Senior mengatakan hal yang sama ‘’Dulu untuk mendapatkan Iklan dan Pariwara sangatlah mudah dan tidak pilih pilih dari media manapun ia menulis ‘’Kata Wartawan Senior lainya lagi.
‘’Kehidupan wartawan pada Era Abdullah Puteh sangat Makmur dan Sejahtera , mereka sangat perhatian terhadap kita dan tidak pandang bulu mau yang media besar ataupun kecil profesi wartawan sangat di hargai ‘’ujar nya.
Masuk Era Irwandi Yusuf 2007-2012 , di Era Irwandi Yusuf persaingan Bisnis di Media mulai terasa , semua media besar dan kecil mulai berlomba lomba untuk mendapatkan iklan ataupun pariwara dan lain sebagainya.
Pada Era Irwandi Yusuf sedikit Perbedaan yang di rasakan wartawan , wartawan harus bekerja extra keras dalam persaingan antar Media selain itu banyak nya media media yang bermunculan membuat persaingan semakin ketat.
Bagaimana kedekatan Pejabat pejabat di masa era Irwandi Yusuf , agak sedikit lumayan baik mungkin itu yang di jabar kan Wartawan Senior tapi lebih sangat baik Era Abdullah Puteh begitu lah kira kira jawabanya.
Pejabat era Irwandi Yusuf masih mau Wel Come terhadap wartawan baik saat di kompirmasi maupun saat bersama wartawan , walaupun ada sedikit yang tidak Wel Come dengan Wartawan.
Namum di saat itu Kesejateraan Wartawan mulai agak goyah di karenakan persaingan semakin banyak dengan bermunculan media media baru.
Era Zaini Abullah 2012-Sekarang ,mungkin ini bagian dari ujian yang cukup besar bagi kuli tinta makin banyak nya media media bermunculan di Aceh,membuat persaingan media semakin lebih berat di bandingkan era sebelumnya.
Media media kecil mulai di kesampingkan ,media besar terus di besarkan di sini pemerataan tidak ada sama sekali , media kecil sangat sulit untuk mendapatkan Iklan ataupun Pariwara , kesejateraan Wartawan yang bekerja di media kecil sangat membahayakan taraf hidupnya.
Namum itu semua adalah Persaingan bisnis mau tidak mau harus kita hadapi ,namun di sini nasib rekan rekan wartawan di media kecil , bukan karena SDM wartawan nya yang kecil tapi kemanpuan financial dan operasionalnya media tempat ia bekerja yang pas pas san di karenakan modal yang terbatas.
Sangat miris di era sekarang lebih susah , wartawan harus jual harta bendanya sendiri untuk keperluan keluarganya kadang makan Senin-Kamis , yang lebih parah lagi rumah pun tidak ada hal ini fakta terjadi bagi sebagian wartawan sekarang di Aceh.
Bagaimana hubungan Pejabatnya dengan Wartawan nya mungkin jawabanya susah susah gampang,Susah apabila di kompirmasi maupun di jumpai dan gampang apabila ketemu di jalan atau pada acara tertentu.
Kita mulai dari susah, Wartawan harus extra keras untuk menjumpai pejabat walaupun via Hanphone maupun ketemu di kantor Telpon tidak diangkat , sms pun tidak di gubris walaupun wartawan sudah mengenalkan diri maksud dan tujuanya .
Saat wartawan ke kantor Satpam pun berlagak pahlawan bagi pimpinanya , dari mana ,mau jumpa siapa, ada keperluan apa ?saat kita perkenalkan dari wartawan mau kompirmasi sesuatu ,sang satpam pun berkata maaf bapak tidak ada di tempat , bapak lagi rapat dan bapak tidak bisa di ganggu kata kata inilah yang sering wartawan dengar saat berkunjung ke salah satu kantor.
Gampangnya saat wartawan ketemu di jalan ataupun di acara tertentu ,pejabat selalu mengatakan nanti urusanya di kantor datang aja , kalau mau kompirmasi atau keperluan lainya , namum kenyataan bertolak belakang dengan ucapan Walaupun juga ada Pejabat yang tidak seperti itu.
Mau tidak mau Fenomena ini harus kita hadapi , belum lagi persaingan bisnis antar media yang semakin ketat dan juga SDM yang semakin lama semakin di asah agar semakin tajam.
Di sini peran humas Pemerintah juga harus berperan aktif untuk tidak memilih milih asal media dimana ia bekerja dan mengutamakan media Besar ,sah sah saja mengutamakan media besar tapi berikan juga perhatianya ke media kecil, karena sebelum besar media itu beranjak dari kecil ,kalau tidak di berikan makan ia tidak akan besar dan malah akan mati dengan sendirinya.(van)
