Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Pelantikan keuchik Gampong Punge Blang Cut, diprotes warga
pelantikan ini terkesan dipaksakan.Padahal sebelumnya telah terjadi perselisihan antara kedua kubu paslon calon keuchik yang kalah.
‘’Saya mendapat laporan pengaduan atas keberatannya Warga terhadap proses pilchiksung dimana kotak dan kertas suara ada kejanggalan dan berbau kecurangan ‘’jelas Anggota DPRK Banda Aceh Ramza Harli kepada Aceh Monitor Com.Selasa 20/06/17.
Menurut Politisi Partai Gerindra ini , menyayangkan dan menyesalkan atas sikap walikota, camat dan juga tuha peut,yang tidak menyelesaikan dahulu persoalan ini.
‘’Kita kuatir akan menimbulkan kerusuhan dan merusak tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan yang telah terbangun selama ini ‘’jelas Ramza Harli.
Lebih lanjut Ramza Harli mengatakan proses pelaksanaan pada hari pemilihan camat , terkesan memaksakan agar dilakukan penambahan suara, agar mencukupi quota pemilih
‘’Saat itu saya sudah melarangnya dan menyarankan agar mengikuti qanun No. 4 thn 2009, pd psl 32 disebutkan apabila pemilih tidak mencapai quota maka harus ditunda selam 3 jam dan apabila tdk tercapai juga baru bisa dilanjutkan kembali pada hari berikutnya ‘’sebutnya.
Namun camat tdk menghiraukan permintaan yang teleh disarankan dan tetap melakukan penambahan suara ke dalam kotak pemilihan sebanyak 600 suara .
‘’Inilah yang menjadi persoalan bagi pihak yang kalah dan saya kuatir akan terjadi gejolak dalam pemerintahan Gampong di Punge Blang Cut ‘’tutup Hamza Harli (T.Is)
