Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Sebagai wujud keberatan rakyat Aceh atas sikap Pemerintah Prancis yang mendiskreditkan Islam.
Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah meminta kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh menunda kerjasama Pemerintah Aceh dengan Institut Francais d’Indonesia, sebuah lembaga hasil penggabungan bagian kerjasama dan kebudayaan Prancis Indonesia.
Terkait hal tersebut kepala Badan BPSDM Aceh , Syaridin, S.Pd, M.Pd, belum memastikan sampai kapan penundaan kerjasama tersebut.
“Kita belum bisa menjawab sampai kapan penundaan itu , atau malah bisa jadi kita batalkan rencana kerjasama dengan pemerintah Perancis,” sebut Syaridin kepada Aceh Monitor Com di ruang kerjanya , Selasa 3/11/20.
Ia menambahkan sampai saat ini tidak ada mahasiswa yang kuliah di negara Perancis penerima beasiswa dari pemerintah Aceh , namun demikian kita ingin melakukan kerjasama tersebut di bidang pendidikan.
“Pada bulan Juli lalu pemerintah Aceh sudah menandatangani MoU kerjasama , dan rencananya pada bulan Desember akan dilanjutkan penandatanganan dari Institut Francais d’Indonesia, dengan BPSDM untuk beasiswa masyarakat Aceh,” jelasnya.
“Tapi dengan adanya persoalan ini kita harus menunda dan membatalkanya sementara waktu perjanjian tersebut ,”tambahnya lagi.
Syaridin juga menyebutkan perjanjian ini bisa dilanjutkan dan itu tergantung dari situasi , intinya kita akan mengikuti langkah yang di tempuh oleh pemerintah Indonesia.
“Bisa jadi kembali dilanjutkan apabila presiden Perancis Emmanuel Macron meminta maaf kepada seluruh umat muslim di dunia , Indonesia dan Aceh atas pernyataan yang telah ia kemukakan ke publik,” pungkas Syaridin. (Van)
