Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Bertempat disalah satu cafe di Banda Aceh , kantor Direktorat Jenderal Bea Cukai kantor wilayah Aceh melakukan Haba Rakan kaleideskop Bea Cukai Aceh 2018 bersama awak media. Selasa 15/01/19.
Dalam kesempatan tersebut Kakanwil DJBC Aceh , Ronny Rosfyandi terkait barang hibah , ia menjelaskan , ada beberapa pertimbangan dalam memberikan barang hibah.
“Kita liat kondisi ekonomi lokal , seperti gula misalnya , di sini ada pabrik gula yang sedang tumbuh , kalau kita hibahkan secara tidak langsung malah membunuh industri lokal ” jelas Ronny Rosfyandi.
Ronny Rosfyandi menambahkan , dengan adanya industri lokal , gula yang ada jadi pada rusak , dengan begitu DJBC Aceh mengusulkan agar gula tersebut dihibahkan ke pusat.
Sementara untuk bawang sendiri , tidak mempengaruhi persaingan komoditi disini dan kita telah berkordinasi dengan dinas terkait untuk menghibahkan bawang.

“Kalau tidak berdampak negatif dalam jangka menengah panjang dan kalau tidak ada pengaruhnya tentu akan kita hibahkan “sebutnya.
Ronny Rosfyandi juga menambahkan , saat ini penyelundupan di Aceh masih besar , dikarenakan masih banyak jumlah pelabuhan yang belum terdeteksi dan ini menjadi masalah.
“Biasanya oknum – oknum yang menguasai daerah pantai. Mereka dengan kapal gelap gulitapun bisa menguasai jalur dan bisa jalan.
Selain itu , daerah Langsa dan Lhokseumawe menjadi daerah pantaun khusus DJBC Aceh , karena kepentingan orang diluar Aceh sangat tinggi di dua daerah ini.
“Ya bisa dibilang daerah tetangga lah , kedua daerah ini sangat penting dalam penyelundupan “ujarnya.
Dalam kesempatan lainya , awak media melakukan pertanyaan – pertanyaan seputaran kinerja bea cukai Aceh di tahun 2018. (van)
