Sosbud

Persiraja Kini Tanpa Singgasana,Prajurit Dan Permaisuri

Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Persiraja kembali untuk kedua kali nya menelan kekalahan dan kali ini kekalahan itu terjadi di depan pendukung setianya Stadion Dimoerthala Lampieneng Banda Aceh Jumat 07/10/16.

Persiraja Takluk atas tamunya PSIM Jokyakarta 1-2 dalam lanjutan putaran kedua ISC B dan ini kekalahan kedua tim lantak laju yang lebih menyakitkan justru kalah dikandangnya sendiri yang disaksikan ribuan pendukung setianya.

Persiraja di awal –awal penyisihan Grup pertandingan sempat menjadi jumawa dengan melibas lawan lawanya satu demi satu , justru disaat naik di putaran kedua Persiraja bagaikan Raja tanpa singgasana ,tanpa prajurit dan tanpa Permaisurinya.

Ya…Persiaraja hanya tinggal nama ,tidak segarang dulu saat main di kandangnya , tidak ada keramat lagi yang namanya Stadion Dimoerthala kenapa ini bisa terjadi?

Dana ? ya bagaimana pun yang namanya dana menjadi kendala Tim Lantak laju ini untuk berprestasi , pemain perlu poding , pemain perlu hidup , pemain butuh biaya ini dan itu tanpa itu semua mustahil Persiraja bisa seperti dulu yang di segani oleh lawan – lawanya.

Saat putaran pertama pemain Persiraja tampil dengan semangat yang tinggi tanpa memikirkan gaji mereka , mereka hanya dapat uang dari bantuan belas kasihan donatur , itupun hanya sekedar poding saja untuk pemain.

Siapa yang salah Pemerintah daerah /Kota atau Manajemen Persiraja? jawabanya ada pada mereka semua ,intinya keseriusan adalah modal utama dalam mengelola apapun itu.

Semoga Persiraja akan semakin baik kedepanya dan mendapatkan kembali singgasana nya ,Prajurit nya serta Permaisurinya yang saat ini hilang entah kemana….(Van)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!