Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang digelar pada 5 Agustus 2018 mendatang akan tampil spektakuler, baik dari keterlibatan peserta maupun atraksi kegiatan
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwista Aceh, Amiruddin, mengatakan, rangkaian atraksi seni dan budaya yang dikemas dalam tujuh kegiatan utama
“Ini merupakan jumlah kegiatan terbanyak dan bakal jadi pelaksanaan terbesar selama berlangsungnya PKA,” katanya, Minggu 03/06/18.
Salah satu hal menarik lainnya, kata dia, PKA kali ini tidak hanya berpusat di Taman Sulthanah Safiatuddin. Tetapi secara keseluruhan event ini diselenggarakan di 16 lokasi berbeda di Kota Banda Aceh.
“Kegiatan PKA VII setidaknya diikuti oleh 7, 44 peserta perwakilan 23 kabupaten /kota se-Aceh, jumlah peserta nantinya akan terus bertambah yang merupakan utusan dari berbagai provinsi, negara sahabat (ASEAN), dan undangan dari luar negeri ” sebutnya.
“Yang sudah konfirmasi hingga Kamis kemarin, akan hadir kontingen dari Yogyakarta , Padang, dan Brunei Darussalam dari ASEAN ” tambahnya lagi.
Untuk seremoni pembukaan di Stadion Harapan Bangsa, merupakan agenda yang wajib ditunggu , dan akan dibuka oleh Presiden RI ini. akan menampilkan tari kolosal Aceh Lhee Sagoe dengan melihatkan 1000 penari dan pertunjukan video mapping , tentang peradaban Aceh, pertunjukan tari guel dan rapai pase.

“Upacara Pembukaan akan dihadiri oleh sekitar 35 ribu tamu undangan dan masyarakat umum”ujar Amiruddin.
Amiruddin mengharapkan , semua warga Aceh di mana pun berdomisili, agar mempromosikan PKA VIl sehingga akan banyak turis yang berkunjung ke Aceh nantinya.
Sementara itu ketua panitia PKA VII Nova Iriansyah yang juga Wakil Gubernur Aceh mengatakan, pelaksanaan PKA ini harus mampu mendongkrak perekonomian masyarakat Aceh.
“Pka harus punya efek multi player ke ekonomi kerakyatan. Biasanya kita selenggarakan tidak memperhatikan ekonomi kerakyatan, kali ini efek multi player , dampak pengaruh positif ke ekonomi kerakyatan ” jelas wagub.
Panitia harus dapat mengundang sebanyak-banyaknya tamu , baik dari Aceh luar Aceh bahkan mancanegara, timur tengah dan negara Islam lainnya.
Selain pemerintah, Nova juga sangat mengharapkan peran pihak swasta untuk menyukseskan pelaksanaaan ini. Tutupnya. (van/rel)

