KABAR DARI ACEH

Politisi Muda Ini , Merespon Kritikan Salah Satu Anggota DPRK

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Politisi Gerindra Kota Banda Aceh, Teuku Arief Khalifah, ST, M. App Mgt merespon kritikan anggota DPRK dari Partai Demokrat, Isnaini yang disampaikan pada salah satu portal online terkait permasalahan di Kota Banda Aceh. Arief memandang sepak terjang Wali Kota Banda Aceh dan Wakil dalam menuntaskan permasalahan Kota sudah berjalan baik tidak seperti yang disampaikan dalam tulisan tersebut. Hal ini ditegaskan Arief dalam pertemuan di Aula ATC Lampaseh, Selasa (12/6)

Arief menyampaikan bahwa permasalahan Kota Banda Aceh bukan serta merta muncul ketika Wali Kota Aminullah mengambil alih tampuk pimpinan.

“Permasalahan seperti tidak beres nya fungsi drainase dan jalan yang kurang baik merupakan PR yang ditinggalkan dari pemerintahan sebelumnya untuk dibenahi. Saya ambil contoh Pemko baru baru saja melakukan penataan dan pembersihan drainase di Kampung Baru Kec. Baiturrahman, padahal sebelumnya hanya dibiarkan saja tidak terurus yang tentunya sangat mengganggu kenyamanan penggunan jalan, kalau urusan jalan berlubang sekarang jumlah nya malah makin menurun dengan respon cepat dinas mengatasi keluhan”

“Permasalahan lain seperti Air Bersih telah menjadi perhatian utama Wali Kota untuk dibenahi. Walaupun keadaan sekarang jelas lebih baik dari periode sebelum nya namun pembenahan terus dilakukan agar di 2019 masyarakat tidak lagi mengeluh tentang distribusi air” ujar lulusan Project Management Uni of Adelaide ini.

Arief juga menyampaikan bahwa saat ini Pemko Banda Aceh telah  berhasil untuk meningkatkan gairah perekonomian masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah

“PT. Mahira Muamalah jelas sangat membantu pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Ratusan masyarakat yang mempunyai

usaha setiap harinya mendatangi PT. Mahira untuk mengajukan pinjaman, dan hal ini jelas menghilangkan praktir rentenir yang sebelumnya sangat meresahkan dan mencekik masyarakat. Jadi keadaan sebenarnya sangat bertentangan dengan pandangan-pandangan dari beberapa orang yang mengatakan bahwa terjadi kemunduran dalam mengembangkan usaha ” terang Arief.

“Pemko juga kembali mengaktifkan Car Free Day yang tentunya merupakan suatu komitmen dimana Wali Kota menyediakan ruang bagi kreatifitas warganya. Bahkan bukan sekedar sebagai ajang kreatifitas tapi juga menambah pendapatan bagi para pelaku ekonomi kreatif. Menurut pengamatan saya kali ini warga Kota Banda Aceh jelas merasa punya Wali Kota yang pro terhadap perubahan ekonomi rakyat” terusnya.

“‘Menurut hemat saya arah pembangunan Kota Banda Aceh ini berjalan jelas seperti yang tertuang di Rencana Program Jangka Menengah dan Visi Misi. Walau masih terdapat kekurangan dapat dipahami karena di 2017 Pak Amin dan Pak Zainal menjalankan program yang telah ditetapkan Wali Kota sebelumnya, sedangkan di 2018 ini program baru berjalan 2 bulan. Mari berikan kepercayaan bagi Wali Kota dan Wakil nya untuk bekerja membenahi permasalahan Kota, Insya Allah mereka merupakan pemimpin yang amanah. Terlebih lagi pemerintah juga mempunyai Komitmen tinggi terhadap pelaksanaan syariat yang terlihat dengan pelaksanaan Zikir rutin serta penempatan personil WH/Pol PP di titik-titik yang berpotensi terjadi pelanggaran. Dan juga masyarakat sekarang lebih mudah dalam melakukan pengaduan dengan menelpon call centre. Ini progres yang harus kita apresiasi”.

“Apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan tentunya hal tersebut akan dibenahi. Kritik dan saran jelas diperlukan dalam pembangunan, namun juga harus fair. Apabila banyak hal positif yang harus diapresiasi maka kita harus mengapresiasi” tutup Arief. (Rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!