Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Sehubungan dengan wacana KIP Kota Banda Aceh mengenai perubahan dapil calon anggota Legislatif 2019 -2024.Ketua Pemuda Gampong Merduati Kecamatan Kutaraja Banda Aceh Hasanuddin , melakukan surat protes terhadap wacana tersebut.
“Tolong jangan di obok – obok dapil kami , mentang – mentang kami Kecamatan minoritas bisa berbuat se enaknya ” ujar Hasanuddin . Dalam relese yang di terima Aceh Monitor Com.Rabu 14/02/18.
Menurut Hasanuddin wacana ini rada aneh dan diluar pikiran akal sehat “Dulu kursi dikurangin sekarang mau di pecah Kecamatan lagi , padahal kami sudah merasa nyaman dengan sistim dapil terdahulu ” sebutnya.
Hasanuddin mengatakan , sudah bagus – bagus seperti ini , kok malah di otak – atik , tidak ada konflik kok malah nyari konflik .
Dari sisi demografi perubahan dapil 1 (Meuraksa-Kutaraja) dipecah dan masing – masing bergabung ke Banda Raya-Jayabaru dan Kuta Alam akan merugikan kecamatan Meuraksa dan Kutaraja.
“Ini akan menguntungkan kandidat dari Banda Raya – Jaya Baru dan Kuta Alam dan berpotensi Meuraksa dan Kutaraja tidak memiliki perwakilan di DPRK ” ungkapnya.
Ia menjelaskan, tidak memiliki perwakilan artian perhatian terhadap pembangunan di Meuraksa dan Kutaraja juga akan berkurang.
Selain itu , ketua pemuda Merduati Kecamatan Kutaraja menyebutkan pengurangan penduduk di Meuraksa dan Kutaraja disebabkan setelah Tsunami, tapi seiring dengan perkembangan waktu , penduduk sudah mulai meningkat meskipun belum memenuhi syarat bertambahnya kursi “katanya lagi.
“”Potensi peningkatan penduduk di Meuraksa dan Kutaraja sangat besar ditahun – tahun mendatang dan saat ini banyak perumahan yang sudah dibangun ” jelas Hasanuddin. (Rel)
