KABAR DARI ACEH

Ratusan Buruh Aceh Unjuk Rasa , Ini Yang Diminta

Banda Aceh – Aceh Monitor Com Ratusan Buruh yang mengatasnamakan Aliansi Buruh Aceh (ABA) melakukan unjuk rasa dalam rangka Hari Buruh Sedunia , selasa (01/05/18}.

Para pengujuk rasa memulai aksinya dengan berkumpul didepan Mesjid Raya Bahiturrahman. Sebelum bergerak konvoi keliling Kota Banda untuk menyampaikan pernyataan sikap.

Aliansi Buruh Aceh melakukan orasi-orasinya tentang bagaimana kondisi para buruh di Aceh yang sampai  hari ini hidupnya, masih dibawah garis kemiskinan. Sejak 10 tahun terakhir kenaikan upah buruh jauh dari kebutuhan hidup layak.

Di kalangan buruh, upah buruh hanya cukup untuk tiga minggu,selain itu, liberalisasi pun dijalankan dalam kesempatan kerja dalam bentuk praktik, buruh kontrak alih daya (outsourcing). Politik upah murah dilanggengkan melalui PP No 78 tahun 2015 tentang pengupahan serta politik perbudakan modern dilangengkan dengan praktek sistem kerja outsorcing dan sistem kerja kontrak yang tidak sesuai dengan Undang-undang Qanun No 7 tahun 2014 tentang ketenaga kerjaan belum dapat diimplementasikan secara efektif karena belum didukung dengan aturan tekhnis berupa pembentukan peraturan Gubernur.

Ketua Aliansi Buruh Aceh Drs.Tgk.Syaiful Mar yang didampingi Sekretarisnya Habibi Inseun dalam pernyataannya sikap mengatakan , melalui skema politik upah murah yang dijalankan oleh pemerintah saat ini, buruh pun tidak terhindarkan dari pembatasan hak berunding dan penerapan upah murah.

Pemberangusan hak-hak berserikat dikalangan buruh dan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak merupakan bentuk pengabaian terhadap regulasi pemerintah dan lemahnya perlindungan pemerintah terhadap pekerja atau buruh di Aceh.

“Atas dasar ini. Aliansi Buruh Aceh(ABA) yang terdiri dari serikat pekerja atau serikat buruh, organisasi guru, organisasi sosial dan individu,” menyatakan tidak rela dengan penetapan upah murah dan hak-hak dasar dikorbankan. Untuk membantu kapitalis monopoli Dunia., tolak upah murah.tolak kenaikan harga BBM turunkan harga kebutuhan pokok, ” tegas Syaiful Mar dalam orasinya.

Syaiful Mar menambahkan ,  untuk itu dalam momentum peringatan hari buruh sedunia (May Day) 1 Mei 2018 Aliansi Buruh Aceh (ABA) menyatakan sikap untuk melaksanakan Qanun No 7 tahun 2014 tentang ketenagakerjaan , dan Gubernur segera menerbitkan peraturan Gubernur sebagai pelaksana Qanun.

Selain itu , Tolak upah murah dan cabut PP No.78 tahun 2015 tentang pengupahan. Hapuskan sistem kerja Outsourching dan sistem kontrak yang tidak sesuai aturan. Laksanakan jaminan sosial bagi seluruh rakyat tampa kecuali.

Tolak pemberangusan serikat dan berikan hak kebebasan serikat , tolak perpres No.20 tahun 2018 tentang tenaga kerja asing (TKA) dan tolak tenaga kerja asing Unskill ,  Tolak PHK massal dan buka kesempatan lapangan kerja yang seluas-luasnya di Aceh. Turunkan harga kebutuhan pokok dan kembali subsidi kepada rakyat muliakan guru dengan angkat guru honorer menjadi PNS. Terapkan tarif minimal transportasi objek motor menjadi Rp.4000/km.

Sementara itu , Kepala Dinas Tenaga Kerja yang turut hadir dalam orasi Hari Buruh Sedunia ,  Ir. Bahagia mengapresiasi jalan nya unjuk rasa.

“Alhamdulilah , unjuk rasa hari ini berjalan tertib dan aman dan terimakasih untuk semuanya yang ikut berpatisipasi dalam unjuk rasa hari ini ” ujar Ir. Bahagia.

Dalam kesempatan itu , turut  hadir dalam kegiatan unjuk rasa Aliansi Buruh Aceh (ABA) , Kepala Dinas Tenaga Kerja Aceh. Ir. Bahagia , Kepala Kesbang Pol Aceh.Drs. Mahdy Efendy. Ketua PGRI Aceh. Drs. Abd Syukur S.Ag.M.Ag. kepala Kesbang pol kota Banda Aceh. Faisal SSTP,MSi. (Pri)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!