SOSIAL BUDAYA AGAMA

RSUZA Putuskan Tidak Ada Tindakan Operasi Menyembuhkan Nur Fadilah

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Harapan Nur Fadilah (30) warga Gampong Bagok Panah Lhee, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur yang mengalami lumpuh sejak 2011 usai melahirkan anak keduanya M Rizki (8), untuk sembuh pupus sudah.

Tim dokter Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh yang sudah melakukan pemeriksaan dalam 20 hari terakhir berkesimpulan tidak ada lagi tindakan yang dapat dilakukan menyembuhkan lumpuh yang dialami Nur Fadilah.

“Kita putuskan tidak ada manfaat untuk dilakukan operasi, disamping yang kita takutkan ada resiko-resiko yang justru kita melakukan sesuatu yang tidak perlu. Ini pertimbangan tidak dilakukan operasi. Tumor yang dialami tidak bahaya, karena tumor jinak, sudah 8 tahun disitu tenag saja dia disitu.Kita disini menangani pasien ini sudah maksimal”.

Demikian dijelaskan Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr.dr. Azharuddin didampingi Wakil Diretur RSUZA, Dr.dr. Endang Mutiawati serta beberapa orang dokter spesalialis saraf, bedah saraf dan radiologi kepada belasan wartawan dalam konferensi pers di RSUZA Banda Aceh, Selasa (31/12/2019) siang.

Menurut Dirut RSUZA ini, keputusan diambil oleh tim dokter ahli yang lengkap di RSUZA, tim bedah saraf, Saraf, radiolagi, rehab medik dan dari manajemen “ Semua tim solid, sama pemahamannya. Kalau ada satu bagian saja yang menyarankan, akan kita pertimbangkan juga”, kata Azharuddin.

Dikatakannya, kondisi pasien tidak bisa gerak, tidak bisa mengontrol buang air kecil dan buang air besar dan juga tidak bisa mengontrol fungsi seksual. Ada pertanyaan apakan dengan tindakan opersi bisa tidak memulihkan semuanya atau salah satu saja bisa kembali, maka jawabannya tumor yang diderita ibu ini adalah irpessible, apapun kita lakukan dalam teori tidak satu pun dari lima itu akan ada perbaikan, maka kita putuskan tidak ada manfaat untuk dilakukan operasi, tandasnya.

Dalam konferensi pers tersebut secara teknis medis melalui tanyangan di papan projector, dr. Iskandar, spesalis bedah saraf, dr. Nasrul, spesialis sarah dan dr. Nurul dari Radiologi sebelumnya juga secara terperinci memperlihatkan tumor tulang belakang penyebab lumpuhnya Nur Faduilah ibu muda asal Aceh Timur ini kepada para wartawan.

Sementara itu Kepala Humas RSUZA Banda Aceh, Rahmadi didampingi Anton kepada Aceh Monitor usai konfrensi pers itu menjelaskan bahwa pasein Nur Fadilah sudah ditangani tim medis RSUZA sejak tanggal 10 Desember 2019 sampai hari ini dan sudah dilakukan konferensi Pers sebagai penjelasan upaya penanganan pasien yang dijelaskan Dirut RSUZA dan para tim dokter yang sudah memerikasa pasien Nur Fadilah.

Diinformasikan, pada lesehan papan berukuran 3×3 meter dan setinggi 50 cm dari atas tanah yang berada di samping rumah ayahnya, saban hari Nur Fadilah membuat kerupuk Meulinjao dengan terbaring untuk menghidupi dua anaknya dan dirinya, karena sudah ditinggalkan suaminya sejak dia sakit.

Di samping lesehan itu, terdapat bara api dengan sebuah kuali berisi biji Meulinjo yang sambil tengkurap ia gonseng biji Meulinjo itu hingga matang untuk dipecahkan dan dijadikan bahan baku kerupuk Meulinjo.

Nur Fadilah tampak lihai dan sangat menikmati kegiatannya itu. “Sudah 8 tahun sejak sakit saya membuat kerupuk Meulinjo ini. Biji meulinjo ini milik warga yang diupahkan kepada saya untuk dibuat bahan baku kerupuk dengan biaya Rp 20 ribu per bambu. Jika sehari semalam saya mampu membuat sebanyak 2 bambu dengan upah Rp 40 ribu,” ungkap Nur Fadilah, di hadapan Iskandar Usman Al-Farlaky anggota DPRA yang berkunjung melihat kondisi Nur Fadilah sebelum ke Banda Aceh menjalani pengobatan di RSUZA. (Kas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!