KABAR DARI ACEH

Sekjen BEM Unsyiah Angkat Bicara Terkait Pengadaan Pesawat N219

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Beredar berita bahwa pengadaan pesawat N219 sebanyak 4 unit oleh pemerintah Aceh menuai polemik dan kritikan, Pengadaan pesawat N219 bekerjasama dengan PT Dirgantara Indonesia.

“Pengadaan pesawat N219 sama sekali tidak berpihak pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat Aceh saat ini” kata Sumardi Sekjen BEM Unsyiah 2019, Kamis (12/12/2019)

Sumardi menjelaskan, masih banyak permasalahan Aceh sekarang ini yang harus di tuntaskan, mulai dari pendidikan dan kesejahteraan guru honorer, kemiskinan, lapangan kerja, dan lainnya. Termasuk pembangunan rumah duafa yang ditunda proses pembangunannya di tahun 2019 ini.

Jika narasi pengadaan pesawat hanya untuk kelancaran ekonomi rakyat dan memudahkan akses untuk ke daerah yang terpencil serta jauh. Faktanya tidak jalan selama ini bahkan keuangan daerah habis dengan percuma, tanpa ada nilai perbaikan disana.

Masyarakat aceh saat ini membutuhkan hal yang membawa perbaikan dengan adanya keuangan daerah tersebut. Seperti pembangunan rumah duafa yang efeknya langsung di rasakan oleh masyarakat, begitu juga dengan perbaikan sektor lainnya.

Selain itu, Sumardi menilai, setiap kebijakan dari pemerintah Aceh, yang sifatnya tidak tercantum didalam RPJM 2017-2022 misal pengadaan pesawat ini, maka wajib mengetahui persetujuan DPRA dan hal itu menurutnya sesuai dengan PP No. 12 Tahun 2019 dan Permendagri No. 33 Tahun 2019.

“Untuk itu, Sumardi meminta kepada DPRA agar menolak usulan pemerintah aceh dalam pengadaan pesawat N219, karena masih banyak hal yang harus di prioritaskan untuk kebutuhan masyarakat Aceh.

Sumardi mengatakan, semoga DPRA untuk tidak menyetujui pengadaan pesawat tersebut, Hal ini dapat melukai perasaan masyarakat Aceh.tutupnya (ril)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!