SPORT

Sementara 16 Atlet Asal Aceh Yang Lolos PON Papua

BANDA ACEH – Aceh Monitor Com (AMC). Lagi, dua atlet Aceh lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua, dari cabang olahraga menembak.

Total sementara sudah 16 atlet Aceh dari enam cabang olahraga yaitu menembak, balap sepeda, golf, judo, sepak takraw dan atletik yang lolos ke multi event olahraga empat tahunan di tanah air ini.

Tim monitoring dan evaluasi (Monev) cabang olahraga menembak, Tarmizi ST kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (12/8) melaporkan, dua penembak Aceh lolos PON setelah mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) Piala Pangdam Jaya sekaligus sebagai ajang prakualifikasi PON (Pra PON) yang digelar di arena menembak Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tarmizi menyebutkan, dua atlet menembak yang lolos PON tersebut yaitu Arsy Ainun Nissa di nomor air rifle 10 meter wanita, berada peringkat ke lima dengan total nilai 602,0 QF. Reza Fikri juga pada nomor air rifle 10 meter putra di peringkat 17 dengan nilai 599,9 MQS.

Ia mengatakan, cabang menembak masih ada sekali lagi prakualifikasi yang akan digelar November mendatang.

“Pada event ini kita akan fokus di nomor air pistol senior”, ujarnya seraya menjelaskan dua penembak yang sudah lolos itu merupakan atlet kategori atau prioritas pertama pada pemusatan latihan daerah (Pelatda) KONI Aceh.

Sebelumnya, Ketua Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Pra PON/Porwil Aceh, Drs Bachtiar Hasan, M. Pd menjelaskan, 14 atlet dari lima cabang olahraga telah lolos ke PON yaitu atletik dengan lima atlet putra di tiga nomor yaitu lari 100 meter, lari estafet 4 x 100 meter dan lempar lembing.

Atlet atletik tersebut Burhan Wardhani nomor lari 100 meter catatan waktu 10, 72 detik peringkat ke empat. Lari estafet 4 x 100 meter dengan pelari Fuad Ramadhan, Burhan Wardhani, Arwin Rahmad dan Ogsa Agfreansa. Supriyadi (lempar lembing) rekor 61,14 meter peringkat ke empat.

Selanjutnya golf dua atlet peringkat ke-8 Pra PON atlet, sepak takraw (3 atlet/juara pool), judo (2/peringkat satu), balap sepeda (2 atlet/peringkat 13 downhill atau sepeda gunung). Ditambah dua atlet dari menembak, sehingga jumlah sementara sudah 16 atlet Aceh dari enam cabang olahraga yang lolos ke PON.

Disebutkan, sementara cabang olahraga yang gagal lolos ke PON bisbol/sofball dan tenis lapangan. Sedangkan basket, nomor 5 x 5 gagal lolos dan masih ada nomor 3 x 3 yang belum Pra PON.

Saat ini, masih dua ratusan lebih atlet Aceh dari 38 cabang olahraga kategori I, II, III dan IV yang sedang ditempa dalam Pelatda untuk mengikuti Pra PON XX Porwil X Sumatera.

Sebanyak 33 cabang olahraga dari Provinsi Aceh mengikuti Pra PON, yang tempat dan jadwalnya berbeda-beda. Sedangkan pelaksanaan Pra PON sudah harus selesai Desember 2019.

33 cabang olahraga tersebut yaitu Aerosport, anggar, atletik, angkat besi/angkat berat/binaraga, balap sepeda, baseball/softball, bermotor, biliar (nomor snoker), bola basket, bridge, catur (putri dan veteran), dayung, futsal, golf, gulat, judo, karate, layar, menembak, panahan, pencak silat, pentaque, rugby 7’s, selam, senam, sepak takraw, sepatu roda, soft tenis, taekwondo, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, wushu.

11 cabang olahraga mengikuti Porwil X Sumatera yang akan digelar di Bengkulu, November mendatang yang juga menjadi ajang prakualifikasi PON yaitu akuatik (renang), atletik, biliar (nomor pool), bola voli, bulutangkis, catur (putra), kempo, muaythai,panjat tebing, sepakbola, tinju.

Bachtiar menjelaskan, atletik selain sudah selesai di Pra PON masih menyisakan satu kali lagi event prakualifikasi yaitu di Porwil yang memperlombakan semua nomor. “Masih ada kesempatan dan peluang atlet atletik Aceh bertambah lagi lolos ke PON”, ujar Bachtiar yang juga Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Aceh ini.

Selain itu, Wushu, menembak dan basket yang sudah Pra PON masih ada sekali lagi.Sementara ada cabang olahraga dipertandingkan di Pra Pra PON juga ada di Porwil seperti atletik, catur dan biliar.

Seperti diketahui dalam menghadapi Pra PON dan Porwil, KONI Aceh mempersiapkan atlet melalui Pelatda yang dibagi empat kategori.

Atlet kategori I dan II delapan bulan Pelatda (empat desentralisasi, empat bulan sentralisasi) sebanyak 106 atlet dari cabang atletik (10 atlet), angkat besi (10), tarung derajat (12), kempo (7), panahan (6), muaythai (6), petanque (12), taekwondo (4), catur (2 putri), soft tenis (7), karate (5), menembak (6), panjat tebing (5), tinju (4) dan anggar (10 atlet).

Kategori III sebanyak 29 atlet menjalani Pelatda desentralisasi tiga bulan dari cabang Judo (3 atlet), pencak silat (3), sepak takraw (4), tenis meja (3), rugby (12) dan tenis lapang (4 atlet).

Kategori IV berjumlah 118 atlet dari 23 cabang olahraga dengan masa Pelatda desentralisasi satu bulan. Semuanya 253 atlet dari kategori I, II, III, dan IV di siapkan di Pelatda.

Atlet kategori I, II, III adalah peraih medali emas, perak dan perunggu di PON XIX/2016 Jawa Barat, Kejurnas resmi/terbuka, Pomnas, Popnas 2017, 2018 dan hasil tim teleskoting (pemandu bakat). Kategori IV tanpa medali.

PON XX/2020 di Papua mempertandingkan 47 cabang olahraga yaitu aerosport, akuatik, anggar, atletik, angkat besi/angkat berat/binaraga, balap sepeda, baseball/softball, bermotor, biliar, bola basket, bola tangan, bola voli, bridge, bulutangkis, catur, cricket, dansa, dayung, gateball, golf, gulat, hoki, judo, karate, kempo, layar, menembak.

muaythai, panahan, panjat yebing, pencak silat, pentaque, rugby 7’s, selam, senam, sepakbola/futsal, sepak takraw, sepatu roda, ski air, soft tenis, taekwondo, tarung derajat, tenis, tenis meja, tinju, woodball, wushu. (Rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!