Aceh Besar –Aceh Monitor Com. Unjuk rasa mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, akhirnya Rektor ISBI, Ahmad Akmal menjumpai mahasiswa aksi di depan Gedung ISBI di Gampong Jantho Makmur, Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (2/5/2017).
Di depan mahasiswa Rektor Ahmad Akmal menanggapi tuntunan tersebut dan menjelaskan duduk persoalan kampus ISBI.
“ISBI Aceh baru aktif selama tiga tahun terakhir. Hal tersebut merupakan waktu yang singkat dalam tahap pembangunan kampus yang membutuhkan sumber dana pemerintahan khususnya sumber dana Kemenristekdikti,” katanya .
Menurutnya ISBI Aceh telah berusaha mengajukan permohonan ke Kemenristekdikti sebagai realisasi percepatan pembangunan kampus, termasuk upaya pinjam pakai sarana dan fasilitas gedung sementara milik Pemkab Aceh Besar.
“Dalam waktu sepekan ini diinformasikan bahwa Pemerintah Aceh juga telah menawarkan gedung Bapelkes Aceh untuk dijadikan sebagai gedung pendukung ISBI,” ujarnya .
Sementara ini mengenai jeri payah kepada dosen tetap maupun tidak tetap, sesuai dengan kualifikasi status srata yang minimal S1 meskipun standarisasi dosen pengajarnya S2, pihak ISBI telah berupaya mendorong dan mengusulkan hak para dosen tersebut.
“Pemerintah Pusat melalui Kemenristekdikti telah berprogram akan mengakomodir kinerja para dosen berupa program Persyaratan Calon Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang diinformasikan akan diberlakukan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Sebelumnya unjuk rasa mahasiswa menuntut Rektor ISBI mundur dari jabatan itu sempat terjadi kericuhan yang diduga berbuntut kepada kekerasan fisik dari oknum kepolisian pengamanan demo sekitar pukul 09.30 WIB.
Lalu, tim gabungan dari Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim terpaksa mengamankan sementara sekira 20 menit terhadap dua dosen yang diduga memprovokasi massa.(Sai)
