Sosbud

Siapa Bilang Penyandang Disabilitas Tidak Dapat Berprestasi ‘’Ini Buktinya’’

Banda Aceh –Aceh Monitor Com. sebuah program pembibitan atlet yang dimulai dari usia dini, dan program ini tidak terbatas hanya bagi anak-anak biasa, namun juga bagi anak-anak luar biasa yang memiliki potensi luar biasa. Mengawali tahun 2015, Black Eagle Shooting Club (Klub Menembak Elang hitam) mulai mengembangkan Walaupun mereka mengalami disabilitas seperti, Penyandang tuna rungu dan tuna daksa, anak–anak tunas muda atlet menembak Aceh ini diberikan ruang khusus dalam organisasi melalui Devisi Elang Muda (Eagle Youth Division).

Klub Menembak Elang Hitam memiliki motto. “Bermain untuk Prestasi, dan Membangun Dunia Tanpa Batas”.

Untuk anak-anak disabilitas dan usia dini yang kita bina menjadi atlet disini, mulai  dari usia 8 tahun hingga 11 tahun, untuk remaja usia 12 tahun sampai dengan 18 tahun, sedangkan untuk atlet senior dan pemula, usia 19 tahun hingga 30 tahun.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan kegiatan pelatihan atlet menembak usia dini dan penyandang disabilitas saat ini, Pendiri Black Eagle SC dan Program elang muda, Hadiansyah, S. Psi, kepada Aceh Monitor Com. mengatakan.”Para atlet yang kita bina disini, bermain, berlatih dan belajar bersama untuk mewujudkan mimpi menjadi juara bukan hanya dilevel lokal aceh, namun bisa menembus mimpi menjadi juara dunia,”pungkasnya yang turut diamini wakil ketua BESC dan penggagas program Zaldi Ziandy, dan Ketua bidang pelatihan dan penggagas program Reza Fikri, ST yang juga atlet menembak Nasional dan atlet petembak air Rifdle Match Aceh, disela-sela kegiatan pelatihan menembak yang berpusat, di jalan Tengku Abu Lam U Kota Banda Aceh, Lapangan olahraga Indoor kantor Kementerian Agama Provinsi Aceh, Minggu (9-10-2016).

Terkait dengan pembinaan, lanjutnya.“Divisi Elang Muda selama ini berpedoman kepada lima pilar dasar, yang pertama. Membentuk Atlet Berkarakter Juara. Kedua. Belajar dan Berolahraga Sambil Bermain untuk Berprestasi. Ketiga. Memantapkan Kerukunan Beragama. Empat. Meningkatkan Kepedulian Sosial yang Berwawasan Kebangsaan Nasional Indonesia. Dan Kelima. Kepedulian Terhadap Kelestarian Lingkungan dan Kekayaan Alam Hayati Indonesia,”papar Hadi.

 Alhamdulillah, belum genap setahun program ini berjalan, atlet Youth (Muda) usia dini, diajang kejuaraan Air Riffle Hunting dalam rangka memperingati hari pahlawan yang dilaksanakan Pemko Banda Aceh pada akhir tahun 2015, Noufal Aqila L, telah mencatatkan prestasi juara pertama putra, dan juara kedua putri diraih Haura dan Neza.    

Sedangkan di kejuaraan Air Riffle Hunting kelas putri, dalam rangka HUT Kota Banda Aceh ke 811 tahun 2016, Fajriana dan Nafisah berhasil meraih juara dua dan tiga. Keduanya merupakan atlet menembak penyandang disabilitas, untuk juara usia dini putra diraih Naufal Aqila serta juara ketiga diraih Neza.

Lanjutnya .”Anak-anak ini juga memiliki mimpi bisa bertanding diajang daerah, dan Alhamdulillah di event Porseni XV Takengon tahun 2016, kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, memberikan kesempatan untuk mempertandingkan kejuaraan menembak diajang Porseni dan menunjuk Black Eagle Shooting Club yang telah berpengalaman dan rutin dalam menyelenggarakan kejuaraan menembak dibawah binaan Perbakin Pengcab Kota Banda Aceh,”jelasnya.

Pada kesempatan ini, Divisi Elang Muda akan menurunkan Naufal (Atlet Youth) Nafisah (Atlet Penyandang Disabilitas/Tuna Rungu) dan Syahrul (Atlet Putra Penyandang Disabiltas/Tuna Daksa) untuk bersaing bersama rekan-rekan pelajar dilingkungan Madrasahseluruh Aceh.

Dalam event tersebut, Syahrul berhasil menyabet medali emas dan Naufal meraih medali perunggu kategori putra, sedangkan dikelas putri, emas berhasil diraih Nafisah. Sementara itu, pada kejuaraan Walikota Cup 1 Kota Lhokseumawe beberapa waktu lalu, Naufal juga berhasil meraih juara pertama untuk katagori youth, sedangkan Sari dan Nisa merupakan atlet perempuan yang ikut bertanding pada kejuaraan tersebut, yang umumnya didominasi pria, mampu berada  diperingkat empat dan kelima, menghadapi 120 peserta pria dewasa.

Selain itu, Black Eagle Shooting Club juga mempersiapkan para atlet youth dan dewasa pemula untuk siap bersaing pada seleksi Pra Pora 2017 dan PORA 2018 mewakili Kota Banda Aceh, serta mengikuti kejuaraan Nasional menembak di Jakarta akhir tahun 2016 ini.

Seiring dengan prestasi yang dihasilkan melalui program Black Eagle Shooting Club, manajemen BESC, mendapatkan kepercayaan untuk melakukan pembinaan bagi pelajar Madrasah se Aceh lewat program Shooting Target School Road Show, yang merupakan program awal menuju kejuaraan piala Kanwil Kementerian Agama Aceh yang direncanakan berlangsung di Banda Aceh pada akhir tahun 2016, dan akan diikuti 23 kabupaten/kota se Aceh.

Lebih lanjut yang dapat kami informasikan, bahwa secara daerah saat ini telah dipertandingkan nomor-nomor menembak yang dapat diikuti oleh anak-anak usia dini dan penyandang disabilitas, sementara secara nasional dipertandingkan kejurnas menembak usia dini (Youth) dan junior (Remaja) di ajang kejuaraan Nasional, PON remaja dan PON, demikian pula di level asia dan dunia telah dipertandingkan kejuaraannya.

Bagi penyandang disabiltas, memiliki kesempatan bertanding diajang resmi seperti, Kejurnas, PON, Asian Games, Olimpiade serta kejuaraan dunia lainnya. Dan bertanding dengan orang-orang yang normal, selain itu, juga ada kejuaraan untuk penyandang disabilitas yang dikenal dengan para Olimpic.

Maka dari itu, untuk mewujudkan harapan putra-putri Aceh berprestasi di bidang olahraga menembak ini, dibutuhkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta dan pribadi-pribadi yang memilki visi yang sama. “Dan kami percaya, bahwa masih ada pihak-pihak yang mau membantu dalam mewujudkan mimpi anak-anak usia dini dan penyandang disabilitas menjadi juara-juara yang akan mengibarkan Merah Putih kebanggaan bangsa Indonesia,”pungkas Hadiansyah (Fad)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!