KABAR DARI ACEH

Tidak Dapat Lapak , Pedagang Sayur Mengeluh kepada Bupati

Bireuen – Aceh Monitor Com. Pasca berakhirnya waktu yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bireuen terhadap relokasi para pedagang sayur dan rempah-rempah di kawasan pasar pagi Bireuen dengan batas waktu sampai 10/7/2018 dipatuhi pedagang dengan tertib.

Menurut pantauan Aceh Monitor.Com pada Selasa, 10/7/ 2018. sore terlihat para pedagang yang sebelumnya berjualan di seputaran pasar pagi sekarang mulai menempati pasar induk Cureh, Geulanggang Gampong Bireuen dalam menjalankan rutinitasnya.

Namun, belum sepenuhnya keadaan dilokasi pasar dinyatakan kondusif dan berjalan normal, dikarenakan tata kelola pasar yang baru difungsikan itu masih perlu penyesuaian mulai dari akses sarana dan prasana, penataan, sampai dengan lapak pedagang lesehan.

Seperti yang diutarakan oleh Maryani (47) salah satu pedagang pedagang sayur yang mengeluhkan tidak kebagian lapak berjualan karena lapak yang disediakan telah penuh akhirnya sebagian dari mereka tidak kebagian tempat atau lapak untuk berjualan.

“Saya tidak ada lapak jualan, dan tidak diijinkan untuk berlapak di pinggiran, sebelumnya dipasar pagi saya berdagang lesehan dipinggir- pinggir jalan” ungkap Mariani (47) dengn raut sedihnya

Pada kesempatan itu, Bupati Bireuen H Saifannur S, Sos didampingi Wakil Bupati Dr H Muzakkar Agani SH , M,S.i dan jajarannya meninjau langsung hadir ke lokasi memantau berbagai sisi pasar pasar Induk Cureh serta Bupati Bireuen juga menyempatkan dirinya untu berdialog langsung dengan para pedagang yang ada dilokasi.

Dengan suasana akrab Bupati Saifannur berdialog mendengar masukan dari sejumlah pedagang serta langsung menindak lanjuti keluhan dari para pedagang.

“Semuanya harap bersabar, apa yang menjadi masalah akan kita musyawarahkan bersama, dalam hal ini Pemerintahan akan berupaya untuk memberikan yang terbaik, kepada yang tidak kebagian lapak agar berkordinasi dengan dinas terkait, dan apa bila perlu kita juga akan memperluas pasar sehingga semuanya dapat kebagian lapak berjualan” ungkapnya

Spontanitas ungkapan dari Orang No 1 di Kabupaten Bireuen itu disambut gembira oleh sebagian pedagang.

Selanjutnya Bupati Bireuen H Saifannur S,Sos bersama rombongan meninggalkan lokasi pasar induk Cureh untuk meninjau lokasi pasar pagi yang telah di bongkar untuk dilaksanakan pembangunan jalan T Hamzah Bendahara yang akan dibangun dua jalur seperti yang telah direncanakan.

Berbagai respon positif pun terungkap dari sejumlah masyarakat Kabupaten Bireuen terkait akan di bangunnya jalan dua jalur tersebut.

“Diharapkanan jalan ini dapat cepat terealisasi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, sehingga merubah tatanan kota Bireuen yang sebelumnya semerawut terlebih di kawasan ini sering terjadi kemacetan karena padatnya aktifitas pusat pasar” ujar Hendra (34) kepada Aceh Monitor saat ditanyai tanggapan tentang pembangunan jalan T. Hamzah Bendahara. (duta)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!