Banda Aceh-Aceh Monitor Com.Ketua umum panitia pembentukan Aceh Raya Dahlan Sulaiman kepada sejumlah wartawan Sabtu 21/10/17 di Café Urban Lamjame Banda Aceh menjelaskan , sudah 18 tahun gagasan pemekaran di rintis hingga saat ini belum terealisasi.
Menurut Dahlan selama rentang waktu tersebut panitia banyak menemui rintangan ‘’Saat kita membuat rapat pembentukan pemekaran , justru ada pihak yang kontra , berupaya membuat rapat untuk mengagalkan pemekaran ‘’jelas Dahlan.
Dahlan Sulaiman mengatakan ide pemekaran mulai kita rintis pada bulan juli tahun 1999 , dalam perjalananya , upaya yang kita lakukan justru banyak rintangan hingga jatuhnya korban jiwa.
Ia menyebutkan , perkembangan sekarang mulai ada titik terang dengan keluarnya surat rekomendasi ,dari Bupati Aceh Besar Mawardi Ali sebagai bagian persyaratan dalam proses tahapan pemekaran.
‘’Alhamdulilah , surat rekomendasi sudah kita kirimkan dari bupati sudah ke Gubernur , mudah –mudahan dalam berapa hari ini sudah terjawab ‘’kata Dahlan.
Menurut Dahlan ,tahapan proses pemekaran sudah menjadi kewenangan Kabupaten dan Provinsi dalam menindaklanjuti kemendagri , sementara panitia hanya melakukan pemantaun proses tersebut , Sambil berharap pihak Gubernur berkenan dan memperlancar semua proses dengan baik.
‘’Insya Allah ,saya optimis Gubernur Aceh Irwandi Yusuf akan memudahkanya , karena ini semua untuk kepentingan rakyat ‘’ujarnya.
Selain itu , Dahlan menyebutkan tim Kemendagri yang turun saat itu menyatakan bahwa pembentukan aceh raya sangat memenuhi syarat untuk daerah otonomi baru .
‘’Berdasarkan urutan prioritas pemekaran yang tertera di kemendagri ,kita ada diurutan pertama dari 100 lebih pengajuan untuk daerah pemekaran baru , persyaratan kita sangat lengkap mulai dari SDM maupun potensi alam ‘’paparnya.
Di tempat yang sama , ketua tim pakkar pemembentukan Aceh Raya Dr. Tarmizi menyebutkan saat ini tidak ada masalah dengan kabupaten induk Aceh Besar terkait pemekaran ini. ‘’Semua berjalan baik dan tidak ada masalah ,Pemkab Aceh Besar mendukung akan pemekaran ‘’ungkap Dr. Tarmizi.
Dalam pertemuan tersebut juga turut hadir tokoh perempuan aceh raya Rukaiyah Ibrahim Naim dan sejumlah anggota lainya . (T.is)
