Banda Aceh-Aceh Monitor com.General Manager Outlet Simply Fresh Loundry (SFL) Aceh, Ubaidillah, SE, MT terbilang pejuang tangguh dan pekerja keras. Di usianya yang tergolong sudah tidak muda lagi, ia sudah sukses mengibarkan bendera bisnisnya. “Dulu saya sering tidak pernah tidur. Saya berobsesi bisa sukses kuliah dan bisnis, ternyata itu tercapai. Saya bekerja sebagai PNS dan Alhamdulillah sejalan dengan itu bisnis pun berkembang pesat,” ucap sarjana Tehnik ini.
Laundry memang bukan bisnis utama yang dilakoni Ubaidillah. Sebelumnya, ia juga sempat menjalankan usaha menjual sembako, tapi itu tak berlangsung terlalu lama karena ia mengalami kegagalan. “Bisnis saya bangkrut, namun saat itu saya melihat bisnis lain yang menjanjikan yakni laundry untuk kalangan masyarakat. Saya sebelumnya pernah membuka usaha toko sembako, mengaku baru usaha inilah yang dirasakannya baik untuk terus dikembangkan. Menjalankan usaha yang pasti-pasti ajalah,” ungkap pemilik gerai Simply Fresh Loundry 128,157 dan 167 Banda Aceh itu.
Diakui Ubay pula, selama satu tahun pertama usaha yang dijalankannya, memang tidak selalu lancar layaknya jalan tol. Complaint, dari pelanggan selalu saja ada. Mulai dari cucian kurang bersih, setrika tidak rapi, pewangi yang kurang wangi serta packing yang juga kurang rapi, namun semua perlahan-lahan dapat diatasi dengan baik oleh Ubay. “Belajar dari complaint itulah saya bersama tim manajemen terus berbenah dan berusaha meningkatan pelayanan kami ini,” tuturnya.
Seiring waktu berjalan, dari yang semula hanya outlet 128 yang dikelola, kini Ubay sudah membuka outlet 157 dan outlet 167, yang masing-masing terletak di Jalan Mata Ie, Ketapang dan Jalan Prada Utama no 9, Prada. Bahkan, belum lama ini, Ubaidillah yang biasa disapa Ubay tersebut, telah membuka agen di wilayah Lamtemen, atau Simpang Dodik.
“Memang betul belum lama ini kami membuka agen di simpang Dodik. Tujuan kami, untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan kami dan memudahkan mereka untuk mengantar pakaiannya,” terangnya.
Ubay menambahkan pelanggan tidak perlu khawatir kalau pakaiannya tidak akan bisa selesai dalam satu hari. “Nanti akan diantar di agen, pelayanan kami tetap One day service. Jadi tetap satu hari jadi dan saya jamin itu. Untuk pelanggan member akan mendapatkan diskon plus, yakni diskon bulan ramadhan dan diskon membernya,” jelasnya.
Menurut Ubay, ia merasa sangat surprize dengan usaha yang dibangunnya kali ini, karena terus menunjukan kemajuan yang sangat memuaskan. Ia bertekad akan terus membuka agen-agen lagi agar mempermudah pelanggan untuk mencapai Simply Fresh Laundry tersebut.
“Untuk kisaran harga kami membukanya berbagai macam dan kami punya pangsa pasar tersendiri. Bagi kami kepuasan pelanggan adalah hal yang paling utama” tutur Ubaidillah yang juga merupakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Loundry Aceh (APLA) tersebut.
Ubaidillah menyatakan beberapa aspek kepuasan pelanggan yang sangat dijunjungnya adalah kebersihan, kerapian, kewangian dan ketepatan waktu bagi semua jenis pakaian pelanggan. Jika ada yang melakukan complain, maka pihaknya akan menyesaikannya paling lama 7 hari.
“Jika complain tersebut tidak mampu kami selesaikan, maka kami akan melakukan pembayaran kompensasi terhadap keluhan pelanggan tersebut. Diantaranya membayar kembali uang mereka atau kami membeli lagi pakaian yang lainnya yang sama” jelasnya.
Mengusung jargon “Laundry kiloan kualitas berkelas” saat ini pihaknya sudah memiliki tiga Unit Gerai Loundry yakni Ketapang, Prada dan Neusu dengan jumlah pekerja mencapai 30 orang karyawan. Saat ini pihaknya berencana akan menambah gerai baru di beberapa daerah.
“Selain kepuasan pelanggan, kami juga sangat menghargai dari jasa karyawan yang bekerja di tempat kami. Omset kami bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sebulannya” tutur pria yang akrab disapa Ubay tersebut.(Fik)
