Redaksi
Banda Aceh – Aceh Monitor com. Sehubungan dengan terpilihnya ketua Dewan Kesenian Aceh melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa di Hermes Palace pada tanggal 7 Desember 2021. Salah satu janji ketua terpilih yaitu merealisasikan Qanun Kesenian. Untuk merealisasikan Qanun Kesenian Aceh, yang telah disepakati oleh dk kab/kota oleh ketua DKA terpilih Teuku Afifuddin untuk melaksanakan perintah muslub membangun komunikasi dengan segala pihak pemerintah dengan pihak legislatif Aceh , Dinas Bupar.
Dengan ada kesempatan dari hasil Live Facebook oleh Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian dengan Teuku Afifuddin menyepakati pentingnya Qanun Kesenian Aceh agar kedepan mendemukann titik solusi sehingga perdebatan antara dan lembaga agama yang da[at diatur dalam qanun dimana Teuku Afifuddin juga meminta dukungan Pimpinan DPRA untuk Rancangan Qanun Kesenian Aceh agar dapat di sah kan menjadi Qanun Kesenian Aceh.
Wakilm ketua DPRA Hendra Budian menanggapi usulan ini sebagai ide terbaik dari kepengurusan DKA yang terpilih.
Hendra Budian menerangkan bahwa beliau sepakat untuk mendukung rancangan Qanun Kesenian Aceh.
“Ia meminta kepada ketua DKA terpilih untuk segera mempersiapkan tim perumus Qanun sebagai draf akademik, agar dapat mempercepat di daftarkan ke DPR,” kata Hendra Kamis 30/12/21.
Hendra Budian menambahkan telah memberikan isyarat positif dari salah satu wakil DPRA Aceh, Sebagai program yang sangat penting untuk saat ini demi perkembangan kesenian ke depan.
“Sebagai langkah yang akan dilakukan melalui seminar, FGD serta berkonsultasi dengan pihak –pihak lain yang dianggap perlu seperti pemangku kepentingan di provinsi Aceh maupun Nasional,”tambahnya.
Dirinya berharap dengan terbangun komunikasi yang baik antara Teuku Afifuddin dan Hendra Budian dapat menjadi jalan terang untuk Teuku Afifuddin melaksanakan perintah Musyawarah Luar Biasa, semoga hal ini dapat menjadi komunikasi intens dengan para ketua komisi di DPRA Aceh untuk mengesahkan Qanun Kesenian Aceh dan program-program peningkatan kesejahteraan para seniman di provinsi Aceh di masa mendatang. Sebagai langkah dalam membangun kerja sama yang lebih baik.tutupnya.
