KABAR DARI ACEH

3 Pria Dan 10 Wanita Terjaring Razia Satpol PP Dan WH

Bireuen – Aceh Monitor Com (AMC). Tim Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Bireuen dibantu TNI/Polri melakukan Razia busana muslim, Razia gabungan yang digelar mulai pukul 16:30 WIB – 18.00 WIB menjaring 13 pelanggar yang melintasi jalan Medan Banda Aceh tepatnya di depan Kantor pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Senin 26/11/2018.sore

Kabid Wilayatul Hisbah Satpol PP WH Bireuen , Chairullah Abed, SE, kepada Aceh Monitor.Com menyebutkan, razia rutin ini dilaksanakan dalam rangka penegakan Qanun Provinsi Aceh No 11 tahun 2002.

“13 pelanggar terdiri dari tiga pria dan sepuluh wanita keseluruhannya melanggar dengan berbusana non muslim, langsung kita tindak dengan sanksi menelepon keluarga untuk membawakan kain sarung dari rumah mereka sebagai efek jera, dan pembinaan dalam bentuk penertiban, pengawasan terhadap pelanggar Syariat Islam di Kabupaten Bireuen” pungkasnya

Menurutnya, dirinya bersama Tim Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Bireuen dalam beberapa Minggu sebelumnya kerap melaksanakan razia dan patroli di berbagai titik seperti tempat keramaian, pusat perbelanjaan umum, lokasi wisata dan titik lainnya dalam Wilayah Kabupaten Bireuen.

Chairullah Abed, SE menerangkan untuk para pelanggar kita lakukan pembinaan dalam bentuk edukasi pemahaman tentang aturan aturan sesuai dengan Qanun yang berlaku, dan tak luput penindakan khusus juga diberlakukan sebagai efek jera terhadap pelanggar yang sering melanggar.

“Dari jadwal kegiatan razia dan patroli memang telah kita atur sesuai dengan SOP yang berlaku, dan Alhamdulilah penindakan terhadap para pelanggar cenderung mengalami penurunan ” terangnya.

Menurut data yang dihimpun Aceh Monitor .Com pada Oktober lalu dilokasi tersebut juga pernah digelar razia oleh Tim Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Bireuen dan tercatat ada 33 pelanggar yang ditindak.

“Angka tersebut menunjukkan adanya penurunan dari pelanggar yang kita tindak, artinya masyarakat Bireuen mulai menyadari dan mematuhi terhadap aturan yang berlaku” ungkap pria yang kerap disapa Chaidir Abed.(Duta)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!