Sosbud

Jaring dan KSP Gelar Full Day Training on Data Journalism

pak haji

 Full Day Training on Data Data Journalism, yang diselenggarakan di Diskominfotik  Kota  Banda Aceh, Rabu (1/3) di ikuti oleh 35 peserta dari mahasiswa (pers), wartawan, humas Pemko, staf  Diskominfo kota Banda Aceh dan humas setda Aceh.(Photo.Anwar Ibrahim)

 

Banda Aceh-Aceh Monitor Com. Jaringan Indonesia untuk Jurnalisme Investigasi (JARING) bekerjasama dengan Satu data  Indonesia  Kantor Staf Presiden (KSP) melaksanakan Full Day Training on Data Journalism di Banda Aceh. Kegiatan tersebut dalam rangka peringatan Open Data Day internasional yang telah dilaksanakan sejak tahun lalu.

Untuk tahun ini, rangkaian kegiatan Data Driven Journalism Indonesia 2017 dilaksanakan di tiga kota yaitu Manado, Pontianak dan Banda Aceh. “Jadi untuk kota Banda Aceh diselenggarakan di sini di Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik,” kata Hery Susanto dari Kata Data Jakarta, selepas menyampaikan materinya data driven journalism, Rabu (1/3).

Full Day Training on Data Data Journalism di Kota Banda Aceh ini merupakan sebuah inisiatif untuk mendorong gerakan jurnalisme berdasarkan data pemerintah yang terbuka. Karena keterbukaan data pemerintah itu untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan partisipastif, dan itu hanya bisa berhasil jika kalangan jurnalis terlibat aktif dalam memanfaatkan data tersebut.

Karya jurnalistik yang berkualitas dan berbasis data dapat dimanfaatkan bagi pengawasan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan, bahkan akan memungkinkan masyarakat  turut terlibat dalam mengawal kinerja pemerintah.

“Nah, hal ini sesuai dengan peran media dalam mengawasi pemerintah (watchdog) dan fungsi media sebagai pilar keempat demokrasi. Namun sayangnya, penggunaan data pemerintah dalam menghasilkan karya jurnalistik masih rendah,” ujarnya. 

Full Day Training on Data Data Journalism, di  Kota  Banda Aceh  di ikuti oleh 35 peserta dari mahasiswa (pers), wartawan, humas Pemko, staf  Diskominfo kota Banda Aceh dan humas setda Aceh.

Sementara Kadis Komunikasi Kota Banda Aceh, Ir. Syukri, MSc. pada saat membuka acara tersebut mengatakan, pemerintah kota menyambut baik dan mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Full Day Training on Data Journalism ini.

“Bagi kami, kegiatan ini mempunyai makna dan arti strategis sebagai upaya untuk lebih memantapkan pelayanan keterbukaan informasi kepada masyarakat sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujarnya.  

Sejak keluarnya UU tentang KIP ini kata Syukri, sistem pemerintahan yang dulunya tertutup kini sudah mulai lebih terbuka, bahkan sekarang menjadi selalu terbuka dan dapat diakses oleh setiap pengguna informasi.

Menurutnya, dorongan agar pemerintah semakin transparan tidak bisa dihindari oleh Indonesia yang semakin modern. “Tumbuhnya demokrasi di Indonesia membuat semakin kerasnya suara yang menuntut adanya transparansi yang lebih besar,” kata Syukri.

Dikatakan, pada tahun 2014, portal data : data.go.id resmi dibuka untuk umum. Beberapa pemerintah daerah juga telah meluncurkan portal data mereka sendiri, diantaranya Jakarta, Bandung, dan Banda Aceh.

Untuk Kota Banda Aceh, program Open Data sudah dimulai sejak Oktober 2014, namun secara resmi baru diluncurkan pada bulan Oktober tahun 2016 yang lalu. Sampai dengan saat ini, 41 SKPD sudah masuk di portal data dengan 144 dataset dan 11 SKPD diantaranya sudah menyajikan data secara baik. 

“Inisiatif open data ini mulai mendapat sambutan positif dari berbagai pihak seperti kelompok ahli teknologi, OMS, peneliti dan media/jurnalis,” ungkapnya.

Dengan seringnya pihak yang memanfaatkan data yang tersedia di Portal Data dan kemudian mengolah dan menganalisis menjadi sebuah berita dan informasi, maka dengan informasi tersebut akan terjadi interaksi dan secara tak langsung kinerja pemerintah akan terus meningkat.

“Selaku Badan Publik, pemerintah akan selalu menyediakan data yang lebih lengkap, akurat dan berkualitas,” kata Syukri didepan peserta kegiatan Full Day Training on Data Journalism yang dilaksanakan sehari penuh tersebut.

Namun pemerintah juga perlu selalu mengembangkan cakupan dan ruang lingkup data terbuka yang dipublikasikan di portal data dengan peningkatan jumlah SKPD dan kualitas dataset yang dipublikasikan.(Anw)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!