Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Walikota Banda Aceh Aminullah Usman membuka PGRI Expo 2018 di blang padang Banda Aceh , Minggu 02/12/18.
Kegiatan PGRI Expo, merupakan serangkaian agenda dalam rangka Hut PGRI dan Guru ke 73. Yang memamerkan kreatifitas inovasi guru.
Dalam kesempatan tersebut , walikota Banda Aceh mengatakan , guru itu berat , dikarenakan tugas guru mengubah karakter seseorang dari bodoh menjadi pandai.
Selain itu guru selain mengajar , juga harus menambah ilmu apalagi di era revolusi industri , dimana suatu saat nanti , semua dilakukan dengan robot dan guru diharapkan dapat menguasai perkembangan teknologi.
“Sehingga siswa kita dapat bersaing dengan siswa yang ada diluar negeri , karena mempunyai kemampuan yang sama ” ujar Aminullah Usman.
Terkait PGRI Expo , kadis pendidikan Aceh Syariddin mengatakan , untuk expo tahun ini hanya diikuti perwakilan kota Banda Aceh dan Aceh Besar , namum pada tahun 2019 nanti , dinas pendidikan akan merencanakan 23 kabupaten / kota yang ikut serta.
“Dinas akan mendukung dan mensupport , agar keterwakilan 23 kabupaten / kota dapat terlaksana dalam PGRI Expo tahun depan ” kata kadis.
Sementara itu , ketua PGRI Aceh Drs.Abd. Syukur M.Ag , yang turut didampingi ketua pelaksana kegiatan PGRI Expo Cut Betty menjelaskan , selain PGRI Expo juga akan ada penilaian tokoh pendidikan , penilaian video pembelajaran , olah raga , seminar pendidikan dan seluruh kegiatan akan ditutup dalam malam resepsi pada tanggal 08/12/18, malam di gedung SMK Lhong Raya.
Abd. Syukur menambah kan , terkait wacana dinas pendidikan Aceh , agar PGRI Expo dapat menghadirkan 23 kabupaten/ kota. Ia menyambut baik dan Insya Allah akan kita undang perwakilan PGRI se – kabupaten / kota untuk hadir dalam Expo PGRI.
“Kita siap untuk menghadirkan 23 perwakilan PGRI se – kabupaten / kota dan akan dinilai nantinya ” tutup Abd.Syukur. (van) Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). Walikota Banda Aceh Aminullah Usman membuka PGRI Expo 2018 di blang padang Banda Aceh , Minggu 02/12/18.
Kegiatan PGRI Expo, merupakan serangkaian agenda dalam rangka Hut PGRI dan Guru ke 73.Yang memamerkan kreatifitas inovasi guru.
Dalam kesempatan tersebut , walikota Banda Aceh mengatakan , guru itu artinya berat , dikarenakan tugas guru mengubah karakter seseorang dari bodoh menjadi pandai.
Selain itu guru selain mengajar , juga harus menambah ilmu apalagi di era revolusi industri , dimana suatu saat nanti , semua dilakukan dengan robot dan guru diharapkan dapat menguasai perkembangan teknologi.
“Sehingga siswa kita dapat bersaing dengan siswa yang ada diluar negeri , dan dapat bisa sekolah diluar negeri , karena mempunyai kemampuan yang sama ” ujar Aminullah Usman.
Terkait PGRI Expo , kadis pendidikan Aceh Syariddin mengatakan , untuk expo tahun ini hanya diikuti perwakilan kota Banda Aceh dan Aceh Besar , namum pada tahun 2019 nanti , dinas pendidikan akan merencanakan 23 kabupaten / kota yang ikut serta.
“Dinas akan mendukung dan mensupport , agar keterwakilan 23 kabupaten / kota dapat terlaksana dalam PGRI Expo tahun depan ” kata kadis.
Sementara itu , ketua PGRI Aceh Drs.Abd. Syukur M.Ag , yang turut didampingi ketua pelaksana kegiatan PGRI Expo Cut Betty menjelaskan , selain PGRI Expo juga akan ada penilaian tokoh pendidikan , penilaian video pembelajaran , olah raga , seminar pendidikan dan seluruh kegiatan akan ditutup dalam malam resepsi pada tanggal 08/12/18, malam di gedung SMK Lhong Raya.
Abd. Syukur menambah kan , terkait wacana dinas pendidikan Aceh , agar PGRI Expo dapat menghadirkan 23 kabupaten/ kota. Ia menyambut baik dan Insya Allah akan kita undang perwakilan PGRI se – kabupaten / kota untuk hadir dalam Expo PGRI.
“Kita siap untuk menghadirkan 23 perwakilan PGRI se – kabupaten / kota dan akan dinilai nantinya ” tutup Abd.Syukur. (van)
