Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Mencermati perkembangan terhadap penyebaran wabah Covid -19 di Provinsi Aceh,tentu sangat memprihatinkan kita semua. Penambahan korban terinfeksi hari ke hari terus bertambah.
Sesuai data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Provinsi Aceh, hingga 6 Agustus 2020 sudah mencapai angka 537 orang, sebanyak 377 orang dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid 19 atau isolasi mandiri, 141 orang dinyatakan sembuh dan 19 orang meninggal dunia.
Sementara itu, informasi dari beberapa media, khususnya di Kabupaten Aceh Besar Dinas Kesehatan Aceh Besar terpaksa menghentikan operasional Puskesmas Ingin Jaya akibat salah seorang stafnya meninggal dan terindikasi Covid-19 sesuai hasil tes swap.
Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum Forum Relawan Bansigom Aceh (FORBA) Mukhtaruddin Maop merasa prihatin. Maop berharap kepada masyarakat Aceh untuk jangan menganggap remeh kondisi ini, “Kita selalu menyarankan masyarakat untuk selalu patuh pada aturan protokol kesehatan yang selalu disampaikan oleh Bapak PLT. Gubernur Aceh Ir. H. Nova Iriansyah, yaitu jaga jarak, pakai masker dan selalu cuci tangan” demikian harapan Maop. Dalam siaran persnya ke redaksi Aceh Monitor Com , Jumat 7/08/20.
Disisi lain Maop juga meminta kepada Pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten kota, untuk tidak serta merta menutup Fasilitas Kesehatan atau Puskesmas, bila ditemukan ada pegawai yang terindikasi Civid -19, seperti halnya di Aceh Besar.
“Memang untuk memutuskan mata rantai penyebarannya, mungkin dengan menutup operasionalnya, tetapi kalau Faskes atau Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat, tentu akan berdampak pada terhentinya pelayanan kesehatan bagi warga lain yang sakit, maka kita menyarankan kepada pengambil kebijakan, khususnya Dinkes untuk mencari solusi lain, seperti dengan memeriksa semua karyawan dan yang dinyatakan sehat mereka tetap bertugas atau mem-BKO kan sementara petugas dari tempat lain, sehingga pelayanan kepada warga tidak terhenti” saran Ketum Forba Aceh.

Diakhir pembicaraan Ketua Umum Forba Aceh juga berharap kepada pihak terkait untuk lebih selektif dalam mengawasi izin masuk bagi mereka yang hendak berkunjung ke Aceh, baik lewat gerbang bandara maupun perbatasan. (Rel)
