KABAR DARI ACEH

Minyak Goreng Langka , Pedagang Tanya Solusi

Laporan : Teuku Duta

 

 

 

 

 

Bireuen –  Aceh Monitor.com. Berbagai masalah di lapangan masih bermunculan usai ditetapkannya harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di pasar maupun ritel modern oleh Pemerintah Pusat pada 1 Februari 2022 lalu.

Berdasarkan Pantauan media Aceh monitor.com Jumat 11/2/2022. di lokasi pasar Induk Cureh Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, pedagang dikawasan itu banyak mengeluh lantaran tidak stabilnya harga serta pasokan minyak subsidi yang tidak pasti ada sehingga memicu kelangkaan minyak goreng di pasar tersebut.

Mirisnya Stok minyak goreng murah kosong di sejumlah peritel modern, ( pusat perbelanjaan Suzuya ,Indo Maret, Alfamart) terlebih di pasar . Akibatnya, masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah. Kondisi itu diperparah dengan beredarnya merek minyak goreng dengan volume isi kurang dari 1 liter / kemasan dengan harga jual 17000 diatas ketentuan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah yaitu 14 ribu / Liternya,

“Kalau sekedar tanya tanya aja mending pemerintah/ dinas terkait gak usah datang, mustinya mereka datang dengan bawa minyak goreng subsidi, paling tidak bawa infornasilah ke kami baik itu mengenai harga terupdate atau kapan ada jatah pasokan minyak subsidi ke kami, ” Cetus Halim (32) salah satu pedagang di Pasar Induk Cureh Bireuen, saat ditanyai media terkait masalah kelangkaan minyak goreng di pasaran, Jumat 11/2/2022.

Lanjut Halim menjelaskan Terkait dengan harga minyak goreng sesuai HET yang ditetapkan pemerintah , Halim mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima stok minyak goreng subsidi, karena yang dijual saat ini hanyalah minyak goreng kemasan non Subsidi dengan volume isi berbeda dan harga yang bervariasi.

” Setau saya yang bersubsidi hanyalah Merek Sanco dan Bimoli saja, itu pun tak tau keberadaanya dimana , karena yang ada pun bukannya minyak goreng bersubsidi, jadi terpaksa saya jual harga 17000 / kemasan isinya pun kurang dari 1 liter ” jelasnya

Menurutnya, Pemerintah harus hadir dengan memberikan solusi terkait dengan masalah ini, jangan setelah buat program minyak murah tapi barangnya tidak ada , malah dirinya mengaku kemarin kami sempat sama sekali tidak ada stok barang di kedai.

“Belum lagi masalah kesetaraan harga jual antar sesama pedagang, sehingga masyarakat enggan membeli hal itulah yang menyebabkan para pedagang merugi” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi (Disdagperinkop) UKM Bireuen, Ir H Alie Basyah Msi menanggapi masalah ketidakstabilan harga minyak goreng di pasaran dikarenakan sebagian pedagang masih modal lama,

” Itu program pemerintah pusat, harganya 14600/liter kalau gak salah. Namun untuk jenis merek minyak goreng kemasannya saya lupa, kita juga tidak tau dimana stokisnya dan berapa jumlah minyak goreng bersubsidi yang di pasok ke Bireuen, ” jawab kadis melaui pesan what’s up pribadinya.

Sementara saat ditanya mengenai beredarnya minyak goreng kemasan berbagai merek dengan harga jual diatas ketetapan HET di pasaran, kadis Ali menjabawab akan turun kelapangan.

” Tolong kasi data ke kami, biar kami turun kelapangan”tambahnya.

“Pemerintah jagan cuma sekedar tanya harga minyak goreng dipasar, tapi tak ada solusinya “tutup nya.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!