Sosbud

Delegasi Parlemen Jepang Kunjungi Sekolah Tsunami Aceh

Banda Aceh, Aceh Monitor.com – Delegasi Liga Parlemen Jepang yang dipimpin Toshihiro Nikai mengunjungi sekolah tsunami yang dibangun pemerintah negeri matahari terbit tersebut.

Sekolah yang dikunjungi tersebut yakni SMP Negeri 11 Banda Aceh di Gampong, Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Kamis (26/11).

Dalam kunjungan tersebut, Toshihiro Nikai dan rombongan disambut dengan adat dan tarian Aceh. Anak-anak sekolah itu juga menyanyikan lagu Jepang. Di sekolah itu, mereka juga melihat langsung prasasti pembangunan SMP Negeri 11 Banda Aceh.

SMP Negeri 11 Banda Aceh atau dikenal dengan SMP Lamjabat rata dengan tanah ketika tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004. Gedung sekolah itu dibangun kembali atas bantuan pemerintah Jepang.

Sebelum mengunjungi sekolah tsunami tersebut, Toshihiro Nikai dan rombongan berkunjung ke gedung penyelamatan atau escape building di Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Di gedung yang juga dibangun pemerintah Jepang tersebut, Toshihiro Nikai melihat kondisi bangunan serta melihat pameran foto dan kegiatan kerajinan tangan wanita di kampung tersebut.

Foto-foto yang ditampilkan terkait kegiatan masyarakat di gedung tersebut, termasuk foto kegiatan kebudayaan Jepang yang digelar di tempat itu.

Ketua Liga Parlemen Jepang Toshihiro Nikai mengatakan kunjungannya ke Indonesia, terutama Aceh untuk meningkatkan kerja sama yang telah terjalin selama ini antara Jepang dengan Aceh.

“Kami terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan Indonesia, khususnya Aceh. Terutama kerja sama kebencanaan,” kata Toshihiro Nikai.

Ia mengatakan, Jepang dan Aceh sama-sama daerah rawan bencana tsunami. Dan Aceh dan Jepang juga pernah mengalami tsunami terdahsyat di dunia.

Korban bencana tsunami Aceh 26 Desember 2004 merupakan yang terbanyak. Karena itu, Jepang sebelas tahun lalu mendukung upaya rekonstruksi Aceh pascatsunami.

“Lebih 220 ribu orang menjadi korban meninggal dunia. Jumlah ini sangat banyak. Dan rakyat Aceh bersama pemerintahnya begitu berani menghadapinya,” kata dia.

Jepang, kata dia, akan tetap membantu Aceh. Dan dalam kunjungan ini, diharapkan delegasi Liga Parlemen Jepang mendapat masukan apa yang bisa dibantu.

“Dari kunjungan ini, kami akan membentuk komisi membantu Aceh. Karena itu, kami berharap ada masukan apa yang bisa kami bantu untuk membangun Aceh,” kata Toshihiro Nikai.

[Ant/ beritasatu.]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!