KABAR DARI ACEH

Pengurus Daerah PIRA Aceh Dilantik , Dra H Zulhafah Tgk Hasan Ketua 

Redaksi

 

 

 

Banda Aceh – Aceh Monitor com.  Perempuan Indonesia Raya Aceh (PIRA) menyelenggarakan pelantikan pengurus serta pendidikan politik, aktivitas tersebut juga sebagai persiapan menghadapi Pemilu serentak tahun 2024 berlangsung di Gedung Serbaguna Kompleks DPRA, Sabtu, (4/11/2024).

Membuka kegiatan Pelantikan Pengurus PD PIRA Aceh sekaligus mengiisi seminar Pendidikan Politik oleh Ketua Umum PP PIRA Indonesia, dr. Sumarjati Arjoso, SKm, diikuti panitia dan 60 peserta pengurus PD PIRA Aceh yang sebagiannya merupakan juga caleg perempuan dari Partai Gerindra pada Pemilu 2024 mendatang.

Ketua PD PIRA Aceh , Dra H Zulhafah Tgk Hasan didamping Ketua Panitia sekaligus Sekretaris PD PIRA Aceh, Cut Farah Nazila dan Bendahara PD PIRA Aceh, Drh. Rima Asmara Yus menyampaikan penyelenggaraan pelantikan dan sekaligus seminar Pendidikan Politik merupakan wujud keseriusan sayap partai Gerindra tersebut dalam persiapan menghadapi Pemilu serentak 2024 mendatang.

“Kehadiran peserta didominasi dua wilayah Pengurus Cabang (PC) PIRA yaitu dari PC PIRA Aceh Besar dan PC PIRA Banda Aceh, kegiatan ini menjadi perwujudan sinergi perempuan di Indonesia khususnya Aceh dalam menyambut Pemilu 2024 mendatang,” papar Zulhafah yang juga caleg DPR-RI Dapil I Aceh dari Partai Gerindra.

Paparan dalam sesi seminar dibawakan oleh dr. Sumarjati Arjoso, SKm selaku tokoh nasional yang telah banyak berkiprah di bidang pembangunan dan peningkatan kesejahteraan perempuan Indonesia.

“PIRA telah berusia 15 tahun, lahir tepatnya 9 Oktober 2008, sebagai wadah kader mengembangkan diri di semua aspek kehidupan, khususnya politik,” papar dr. Sumarjati yang mengawali karir sebagai NGO.

“PIRA sejak itu telah terbentuk di 35 propinsi, PD PIRA, sedangkan Pengurus Cabangnya (PC) berjumlah 325 Kabupaten/Kota di Indonesia, beberapa tugas kita adalah fokus penguatan partai dalam segi dan dimensi perempuan khususnya,” lanjutnya.

Dari petikan wawancaranya diketahui bahwa PIRA bertugas; menghimpun, menyalurkan aspirasi PIRA kepada partai untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan demi kemaslahatan rakyat khususnya perempuan.

Menyelenggarakan pelatihan, pendidikan di bidang politik dan keorganisasian untuk peningkatan kualitas anggota, PIRA juga bertugas membina hubungan dengan organisasi perempuan lainnya secara aktif.

“Sebagian besar tugas PIRA dibentuk ini adalah juga bertujuan untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif sebanyak 30% sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu,” tambahnya.

Politik bagi Perempuan Sebagai Marwah dan Perlindungan

Sesi menyikapi kondisi perempuan di Indonesia saat ini, lewat wawancara, dr. Sumarjati mengetengahkan pentingnya kaum perempuan terlibat aktif dalam mewakili dirinya, khususnya sebagai perempuan di keluarga,

hingga ke komunitas luas agar selalu dapat waspada terhadap keadaan bangsa, ia inginkan perempuan lebih cerdas dan terus mampu berkiprah dan meningkatkan kapasitas sebagai kaum yang tetap patut diperhatikan di berbagai sektor pembangunan kehidupan.

“Kita merasa miris dan kecewa, ada kondisi di mana 60% tindak kejahatan menyasar kaum perempuan sebagai perempuan khususnya pencabulan, hal ini harus sama -sama secara serius kita hadapi dan perbaiki”, ungkapnya

“Ke depan kita melalui terbentuk PIRA Aceh maka pelibatan organisasi ini dalam berbagai aktivitas di publik dapat selalu dilibatkan, apabila ada program yang berkaitan langsung dengan perempuan, maka PIRA mengikuti serta bersinergi” lanjutnya.

Perubahan dan tantangan pemilu mendatang merupakan suatu hal yang patut dihadapi oleh kaum perempuan Indonesia khususnya di Aceh agar tidak hanya sekedar menjadi penonton, itulah mengapa PIRA Aceh sangat ditunggu kinerjanya ke depan.

Kepada pengurus PIRA Aceh yang juga caleg 2024 selain diperlukan penguatan kapasitas lewat pendidikan politik, mereka juga bertugas untuk mampu terlibat aktif berperan serta menjadi tokoh politik.

Dapat mewadahi kepentingan masyarakat khususnya kaum perempuan agar dapat menyelenggarakan pengawasan, bahkan bila terpilih tentu dengan vokal memperhatikan perjuangan perempuan untuk kesejahteraan masyarakat luas.

Zulhafah menyebutkan bahwa selalu Ketua PD PIRA Aceh melalui pembentukan dan pengaktifan pengurus PIRA di Aceh maka secara formil sayap partai Gerindra tersebut mulai secara aktif pula dapat terlibat menghadapi kampanye pemenangan Prabowo selaku Cawapres koalisi yang saat ini telah menunjukkan Muzakir Manaf sebagai ketua pemenangan di Aceh.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!