Amerika Serikat, Aceh Monitor.com – Menurut hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Economist dan diumumkan pada hari Jumat kemarin menyatakan bahwa bagi warga negara Amerika Serikat (AS), warga Muslim secara umum terlihat oleh mereka sebagai korban diskriminasi.
Namun disisi lain, mayoritas dari orang Amerika juga melihat bahwa Muslim merupakan anggota dari sebuah agama yang mendukung kekerasan. Hanya saja, jika warga Amerika itu mengenal seorang yg Muslim maka mereka akan menganggap seorang Muslim sebagai penganut sebuah agama yang taat.
Hasil jajak pendapat itu diperoleh ditengah banyaknya tuduhan kejahatan kebencian anti Muslim atau terkonfirmasi sebagai sebuah kebencin anti Muslim.
Sebanyak 73 persen dari orang Amerika meyakini bahwa Muslim sedang menghadapi masalah diskriminasi dalam jumlah yang tidak sedikit. Hal ini masih diatas pandangan diskriminasi orang Amerika terhadap warga Afrika-Amerika maupun warga Meksiko-Amerika.
Perasaan warga Amerika bahwa diskriminasi itu hadir di lingkungan mereka lebih jauh lagi didukung atau digarisbawahi lebih jauh dengan pertanyaan tentang motif dari pelaku penembakan di Chapel Hill yaitu Craig Stephen Hicks.
Meskipun Hicks pada akhirnya tidak dituntut dengan sebuah kejahatan karena kebencian, 45 persen orang Amerika mengatakan Hicks seharusnya dihukum dengan sebuah kejahatan karena kebencian. Sedangkan mereka yang merasa bahwa apa yang didakwakan atas Hicks sudah mencukupi hanyalah sebesar 18 persen.
Seperti diungkap diatas bahwa warga Amerika memandang Islam itu sebagai agama yang cenderung mendukung kekerasan dan itu tercermin sebanyak 52 persen. Kecurigaan terhadap Islam dari warga Amerika itu lebih dominan dikalangan partai Republik sebesar 74 persen sedangkan dikalangan partai Demokrat sebanyak 41 persen.
Dan ternyata, dengan mengenal seorang Muslim tidak lantas merubah persepsi seorang warga Amerika terhadap para penganut Islam sebab tidak lebih dari 53 persen warga Amerika yang dalam kehidupannya mengenal seorang Muslim yang tidak setuju dengan pandangan bahwa Islam adalah agama yang cenderung mendukung kekerasan.
Menanggapi hasil jajak pendapat, Robert McCaw dari Kepala Hubungan Pemerintah Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menyatakan bahwa salah satu faktor pendukung terjadinya pandangan bahwa Islam cenderung mendukung kekerasan adalah minimnya akses bagi Muslim ke media. McCaw melanjutkan bahwa kurangnya akses kontak ke media inilah yang menjadikan sejumlah media konservatif mendapatkan sumber-sumber dengan opini yang bias terhadap Islam. (IslamMagz)
