Sosbud

Asosiasi Pengusaha Loundry Aceh (APLA) Wadah Baru Pengusaha Loundry

Banda Aceh-Aceh Monitor com.Sejumlah pengusaha laundry yang ada di Kota Banda Aceh membentuk sebuah perkumpulan yang dinamakan dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Loundry Aceh (APLA). Wadah tersebut dideklarasikan di Gedung Sultan II Selim, Banda Aceh, Sabtu 19 September 2015.

Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh, Drs. Azhari, saat membuka sambutan pendeklarasian Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Loundry Aceh (APLA) mengatakan hal tersebut merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh kalangan pengusaha laundry Aceh untuk memenuhi semua janji yang ditawarkan kepada pelanggannya.

“Pemerintah tentunya menyambut baik kehadiran Asosiasi Pengusaha Laundry Aceh ini. Kedepan sangat dibutuhkan asosiasi seperti ini yakni untuk memberi pelatihan standar jasa pelayanan laundry bagi anggota laundry” jelasnya.

Azhari menambahkan selain itu masyarakat juga memiliki tempat untuk menyampaikan kritikan dan saran jika ada keluhan terkait permasalahan laundry, terutama bagi pengusaha yang telah resmi bergabung dalam wadah tersebut.

“Berdasarkan pengalaman pribadi saya, ada laundry yang tidak tepat waktu dalam menyelesaikan pakaian pelanggan dan ada juga pakaian tidak bersih setelah dicuci di loundry. Ini merupakan hal yang perlu dibenahi agar lebih baik ke depannya,” ujarnya.

Ditambahkannya, komitmen lembaga ini untuk bisa dijadikan untuk membantu usaha kecil dan menengah untuk tetap tumbuh dan menyumbang bagi pertumbuhan ekonomi Aceh kedepannya.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Loundry Aceh (APLA), Ubaidillah SE, MT menyatakan pasca tsunami silam usaha laundry di Aceh telah tumbuh bak jamur di musim hujan, sehingga sangat diperlukan wadah pemersatu untuk menaungi permasalah laundry ini, agar dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saat ini di Banda Aceh telah berdiri tidak kurang dari 400 laundry. Menjamurnya usaha laundry pada satu sisi bermanfaat positif dengan membuka lapangan kerja baru. Namun di sisi lain juga akan muncul tantangan baru,” kata Ubaidillah.

Ubaidillah menambahkan dari sisi  persaingan usaha dikhawatirkan akan menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat. Oleh karena itu APLA dideklarasikan untuk meningkatkan standar pelayanan usaha laundry yang berdampak positif bagi pelaku usaha dan masyarakat pengguna jasa laundry.

“Maka oleh karenanya kami mengajak kepada sesama pengusaha laundry untuk menciptakan harmonisasi dan menghindari persaingan tidak sehat antar sesama pengusaha loundry,” tuturnya.

Ia menyatakan saat ini anggota yang ada di tingkat Provinsi sudah mencapai puluhan pengusaha laundry yang bernaung di bawah APLA. Kedepan, menurutnya setelah di deklarasikannya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Loundry Aceh (APLA) di Provinsi, maka akan dibentuk seluruh perwakilan di 23 Kabupaten/Kota di Aceh.(Fik)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!