MEUREUDU – Aceh Monitor Com . Mengingat hingga kini masih banyak persoalan pendidikan dialami di semuan tingkatan sekolah, baik dialami para guru maupun masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya. Maka pihak MPD berperan aktif untuk mencari solusi bersama.
Untuk itu, Mejelis Pendidikan Daerah (MPD) Pidie Jaya menggelar pertemuan dengar pendapat antar organisasi profesi dan isntansi terkait bersama Pemkab Pidie Jaya di Oproom Camat Meureudu, Kamis(24/11).
Rapat dengar pendapat itu dilaksanakan guna membahas berbagai masalah dan persoalan pendidikan di daerah itu, seperti pengangkatan kepala sekolah tidak sesuai prosedur, minimnya fasilitas belajar mengajar, maraknya penggunaan narkoba di kalangan pelajar.
Pertemuan itu selain dihadiri seluruh unsur pengurus MPD, pakar pendidikan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Pidie Jaya, Kadis Pendidikan, Kankemenag, Kadis Kesehatan, Kadis Perhubungan, Komnas HAM, Kobar GB, Komite Sekolah, Kepolisian (Kapolsek), dan stakeholder lainnya.
Pembahasan yang mencuat dalam pertemuan itu seperti sistem pengangkatan kepala sekolah tidak mengikuti Permendiknas Nomor 13/2007 dan Nomor 28/2010, fasilitas SMA Unggul dan SMK yang sangat memprihatinkan, banyak guru mengeluh saat mengurus kenaikan gaji berkala, minimnya siswa di MAN Terpadu Pidie Jaya, dan perlunya mengaktifkan kembali Tim Koordinasi Pembangunan Pendidikan TKPPK) yang selama ini vakum (sejak 2010) di Pidie Jaya.
Pertemuan setengah hari itu melahirkan 16 rekomendasi yang harus ditindaklanjuti segera dengan mengupayakan perbaikan dan perhatian lebih serius dari Pemkab Pidie Jaya, kata Ketua MPD Pidie Jaya, Drs.H.Bachtiar Effendi,MM.
Harapan sama disampaikan dewan pakar pendidikan Pidie Jaya Drs Ridwan M Ali. Dia mengajak kepala sekolah agar menjalin hubungan baik dengan dewan guru. “Jika selama ini Komite Sekolah diabaikan, ke depan hendaknya dilibatkan secara aktif dalam setiap kegiatan di sekolah, “kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Pidie Jaya yang kini menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan Setdakab Pidie Jaya.
Sementara Bupati Pidie Jaya H Aiyub Abbas diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Pidie Jaya Drs H Abd. Rahman Puteh, SE,MM menyebutkan, salah satu penyebab memudarnya akhlak anak-anak (siswa) atau remaja saat ini, disebabkan menipisnya perhatian para orangtua terhadap anaknya.(Rus)
