Banda Aceh- Aceh Monitor. Kepala Perbekalan dan Angkutan Kodam Iskandar Muda (Kabekangdam IM), Kolonel Cba Sugito secara tegas menyampaikan Perspektif ancaman Bangsa Indonesia dimasa depan.
Hal tersebut disampaikan Kolonel Cba Sugito saat melaksanakan kegiatan penyerahan Pos Keamanan Keliling (Poskamling) di Gampong Stui, Lingkungan Suka Ramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Madya Banda Aceh, Baru – Baru ini
Kolonel Cba Sugito dalam kesempatan ini mengatakan. Indonesia saat ini, masih banyak persoalan yang dihadapi, terkait politik, politik ekonomi dan keamanan pertahanan.
Ancaman narkoba, saat ini 15 ribu orang tiap tahun meninggal dunia, tetapi kita anggap itu biasa saja. Coba sekarang, teroris, tiap tahun korban sekarang tidak sampai puluhan, 2 orang korban teroris udah rame, tetapi narkoba yang banyak memakan korban 15 ribu orang itu dianggap biasa saja.
Dulu sewaktu Cina berperang dengan Inggris dan Prancis, Inggris itu memasukan perang candu ke Negara Cina, akhirnya tentara Cina terkena narkoba, akibatnya menjadi teler sehingga kedaulatannya hilang. Hongkong dan Taiwan lepas.
“Narkoba itu banyak memakan anak muda, bukan saja orang tua, apabila 10-20 tahun kedepan anak muda terkena narkoba mau jadi apa negara ini. Keadaan yang seperti ini yang tidak kita sadari telah terjadi,” kata Kabekangdam.
Radikalisme dan Teroris, yakni termasuk perang global. Seharusnya UU terorisme, UU kejahatan negara, bukan pidana. Ada survei di Jakarta 47% yang memperbolehkan jihad, banyak anak–anak kita ke suriah berlatih, kata bahrum naim bila di suriah, bila tidak memungkin lagi mereka akan kembali ke indonesia.
Kabekangdam juga menyampaikan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini memasuki urutan ke delapan, diatas Inggris dan Prancis, di karenakan Indonesia berhasil dalam program Tax Amnesty, yang melampaui negara Malasiya dan Singapure.
“Posisi dunia ekonomi jatuh, kemudian harga minyak itu turun, sesuai dengan peak oil theory yang berakibat merubah dratis gaya hidup. Krisis ekonomi memicu depresi ekonomi, meningkatkan kejahatan (Konflik), hancurnya tatanan Masyarakat. Ini dinamakan kompetisi Global dan harus diwaspadai,” tegas Kolonel Cba Sugito.
Menghadapi Kompetisi Global dan Regional, Kabekangdam menegaskan agar, semua elemen bangsa harus bersatu. Tidak boleh menganggap remeh, bahwa ada desain dari luar yang perlu mendapat perhatian, khususnya di Aceh, 2017 mendatang akan dilaksanakan Pilkada.
“Kita Aceh termasuk wilayah tingkat kerawanan yang tinggi, sehingga kita harus mengedepankan Pilkada yang martabat. Kita harus tunjukkan Islam dapat bergandeng demokrasi dengan rahmatlillahialamin,” tegas Kabekangdam IM.
Hadir dalam acara tersebut, Kapendam IM Letkol Kav Rusdi, S.I.P., Kapolsek Baiturahman AKP Ferdy, Keuchik Gampong Stui Bapak Darma Santosa, Sekcam Baiturahman Bapak M. Iqbal, Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat. (Fad)
