Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Mewakili Walikota Banda Aceh Aminullah Usman , Asisten Perekonomian dan Pembangunan Iskandar S.Sos , Msi , membuka Musda ke II dan Rakerda DPD Apersi Aceh , Kamis 27/09/18. Kriad Muraya Hotel.
Dalam sambutanya , Pemko memberikan apresiasi sebesar – besarnya kepada Apersi Aceh , yang telah membantu pemerintah dengan pembangunan rumah bersubsidi , terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain itu , Iskandar menambahkan perlunya sinergitas antara Pemko dengan Apersi , terutama untuk perizinan dalam melakukan pengembangan perumahan , agar tidak melanggar RTRW nya
“Ada bahagian yang memang diperuntuhkan untuk ruang terbuka hijau , sehingga tidak termasuk dalam pengembangan perumahan dan itu perlu adanya sinergitas antara Pemko dengan pihak pengembang ” sebut Iskandar.
Iskandar menambahkan , lahan kota Banda Aceh tidak begitu besar , apalagi setelah gempa dan tsunami , dari 61 kilometer persegi , menjadi kira – kira 59 kilometer persegi.
“Hampir 65 persen lahan di Kota Banda Aceh sudah digunakan , ditambah dengan RTH yang 20 persen , dengan begitu tinggal 15 persen lagi yang tersisa “jelas Asisten.
Sementara itu , Sekjen Apersi pusat Danil Jumali menjelaskan , kendala yang di hadapi Apersi ialah terkait perizinan yang biayanya terlalu tinggi , kedua lokasi , ini harus cocok dengan harga patokan dari pemerintah , agar tidak jauh dari kota , ketiga kita memperhatikan kualitas bangunan , supaya MBR dapat tinggal dengan nyaman dan ke empat mengenai lingkunganya yang bersih.
Danil juga mengajak masyarakat agar membeli rumah kepada pengembang yang mempunyai licensi yang resmi ” Ini penting agar tidak tertipu dengan pengembang yang nakal ” ujar Sekjen.
Ditempat yang sama , Kepala cabang BTN Syariah Munawar Solihin menyebutkan , subsidi yang diberikan Bank BTN sama dengan KPR subsidi pada umumnya , cuma untuk ini secara syariah yang berlaku di sini.
“Dengan begitu masyarakat lebih tenang , dan pemerintahpun mendukung karena sesuai dengan Qanun yang berlaku di Aceh ” ungkapnya.
Munawar Solihin mengatakan , peminat sampai saat ini cukup besar ” Dari Januari sampai Agustus 2018 , sekitar 600 unit yang telah kita biayai ” ujarnya.
“Artinya peminat di Aceh sudah sangat besar , dengan latar belakang kehidupanya dengan syariah ” tutup Munawar Solihin.
Dalam kesempatan itu , Apersi Aceh memberikan penghargaan terhadap mitra kerjanya , penandatangan kerjasama . Sedangkan dalam Musda , Afwal Winardi ST, MT, terpilih kembali secara aklamasi memimpin DPD Apersi Aceh untuk priode 2018 – 2022.
Di kesempatan tersebut , juga hadir Ketua Umum Apersi Junaidi Abdillah dan perwakilan DPD.(van)
