SOSIAL BUDAYA AGAMA

Begini Caranya Penanganan Ikan Tuna Di Atas Boat

Banda Aceh – Aceh Monitor Com. Syaffuddin Chan selaku panitia mengatakan pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan penanganan ikan mulai dari atas kapal sampai ke pabrik , selanjutnya di ekspor kejepang agar dapat menjaga kualitas mutu ikan tetap  grade A. Hal ini dijelaskanya , di sela sela kegiatan tersebut , Kamis 27/09/18.

Selaku instruktur pelatihan menyampaikan kepada peserta praktek pelatihan , cara penangkapan , merupakan salah satu faktor yang menentukan mutu ikantuna. Agar diperoleh ikan dengan mutu terbaik, usahakan ikan tetap dalam keadaan hidup dan tidak terlalu banyak berontak ketika ditarik ke arah kapalmaupun diangkat ke atas kapal. Bila hal ini dapat dilaksanakan, maka ikan tidak terlalu banyak mengalami stress, tidak mengeluarkan banyak energi, dan tidak segera mengalami rigor mortis.

“Sesudah ikan berada di sisi kapal, siapkan papan peluncur yang licin untuk sarana mengangkat ikan dari air lalu Ganco ikan di belakang insang atau di  bagian bawah insang, Sesampai di atas kapal, bila ikan tetap berontak maka ikan harus ditenangkan dengan menutup/menekan mata dengan telapak tangan dan selimuti ikan dengan karung (goni) basah ” ungkapnya.

Selanjutnya ikan dapat dipingsankan dengan memukul kepalanya menggunakan palu berkepala karet kemudian Ikan tuna dibunuh dengan menusuk pusat syaraf (otak) dari belakang mata menggunakan paku pembunuh (killing spike) sedalam 5 – 10 cm kemudian paku diputar-putar untuk merusak otak. Selanjutnya ikan dikeluarkan darahi dengan menusukkan pisau tepat di belakang sirip dada (pectoral fin) dengan kemiringan ± 45 oC sedalam 5 – 10 cm, disusul pemotongan urat nadi di tulang belakang bagian ekor.tambanya lagi.

“Pemotongan urat nadi tersebut dilakukan dengan menyisipkan pisau ke daging antara sirip kecil ekor nomor dua dan tiga sampai mengenai tulang belakang (masuk di ruasnya) kemudian pisau ditarik sambil terus menekan sampai urat nadi terputus “kata . Syaffuddin Chan.

Selanjutnya sisipkan pisau di belakang penutup insang kedua dan dorong kearah depan sepanjang ± 5 cm sampai di penutup insang yang pertama (preoperculum). Kerjakan hal yang sama pada sisi yang lain. Untuk memotong sirip perut, tidurkan ikan pada punggungnya dan potong sirip perut sedekat mungkin ke daging (jangan sampai kena dagingnya).

Perut kemudian dibelah menggunakan pisau, tarik dari daerah di antara bekas sirip perut ke arah dubur. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan hati-hati agar isi perut tidak tersayat. Selanjutnya keluarkan isi perut, potong ujung usus pada dubur, dan ikan di balik dengan posisi perut di bawah agar sisa-sisa darah dari rongga perut keluar. Bila pekerjaan ini sudah selesai, sirip dubur, sirip punggung pertama dan kedua dapat dipotong (sedekat mungkin dengan daging).

Pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati dan rapi, jangan sampai ada sisa sirip (during/tulang sirip), karena hal ini dapat melukai ikan yang lain. insang dan badan yang terletak di bagian bawah ikan). Lakukan tahap ini dengansempurna sehingga sambungan tersebut benar-benar terpotong dengansempurna (bukalah kedua insang lebar-lebar untuk meyakinkan hal ini).

Tahap selanjutnya adalah membuang insang dengan cara menyayat dari arah bawah menggunakan pisau  diikuti dengan pemotongan insang bagian depan sehingga insang segera dapat dikeluarkan. baru ikan kemudian  dicuci kembali.

Gunakan sikat air dingin untuk membersihkan rongga perut maupun rongga insang dan permukaan badan ikan. dan setelah itu segera masukan ikan dalam palka dengan komposisi 70 % es dan 30% air. selanjutnya pak  syafuddin Chan mengatakan apa bila nelayan dapat melakukan penanganan ikan tuna seperti ini maka kualitas tuna pasti mutunya menjadi grade A.

Di tempat yang sama , Sekretaris PENATA (Peduli Nelayan Tuna Aceh) T.Ayatullah Bani Baet menyampaikan terimakasih kepada pihak Unsyiah , karena konsisten memberi pelatihan kepada Nelayan.

“Kami berharap agar kedepan unsyiah dan pemerintah  khususnya dapat membantu alat tehnologi berupa GPS, fish fender, sonar dan radio, agar lebih bisa membantu nelayan untuk mengetahui posisi dilaut dan menandai tempat keberadaan ikan agar nelayan tidak berputar putar dilaut mencari ikan dan juga dapat menghemat BBM”pintanya (rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!