EKONOMI BISNIS

BMC Tawarkan Paket Investasi Di Dunia Perbengkelan

Binjai (Sumut) – Aceh Monitor Com. Meski jumlah bengkel mobil
sudah banyak bertebaran di
sepanjang jalan, peluang di bisnis
bengkel masih saja terbuka.

Maklum, penjualan mobil terus
meningkat dari tahun ke tahun.
Membengkaknya jumlah mobil tentu memperbesar pasar bengkel mobil

Itulah sebabnya, ilyas (45) berani
menawarkan kemitraan bengkel
Mobil Mengusung bendera
Group ilyas, ilyas menjual
kemitraan bengkel mobil di jl.t.Amirhamzah Sendang Rejo kabuapten langkat sejak tahun 2005

Pengusaha yang telah bergelut
selama puluhan tahun pada usaha
bengkel mobil ,  menjanjikan kualitas BMC tak kalah dengan bengkel resmi.

“Saya ingin mengikis citra bengkel umum yang kumuh dan tak profesional,” ujarnya.

Kini, ilyas telah membuka 5 gerai
BMC (Bengkel Mobil Center). Dari jumlah itu, hanya satu gerai saja yang menjadi milik pribadi. Sebanyak 2 gerai
merupakan bengkel mitra yang
tersebar di kota medan, binjai,langkat dan sekitarnya.

Meski persaingan bisnis bengkel
Mobil dan penjualan suku
cadang mobil kian ketat, ilyas
optimistis besarnya pemilik mobil tak akan pernah membuat
bisnis bengkel sepi.

“Kami yakin, pengembangan konsep bengkel umum yang setara dengan kualitas bengkel resmi ini akan berjalan dengan baik ke depannya,” tandasnya.

Alhasil, pria 45 tahun ini pun
menargetkan pembukaan BMC
sebanyak dua hingga tiga gerai
setiap tahun.

Respon baik pada kemitraan ini, ilyas menawarkan tiga paket investasi.Yakni, paket kecil, paket menengah, dan paket
besar.

Namun, sebagian besar mitranya, memilih paket menengah. Nilai investasi BMC dimulai senilai Rp 150 juta untuk paket kecil. Adapun untuk paket menengah dan besar, investor harus menyediakan duit masing-masing sebesar Rp 185 juta
dan Rp 250 juta.

Pada semua paket ini, kerja sama
hanya berlaku selama tiga tahun.
“Pada tahun ketiga dan seterusnya,
kami akan mengenakan biaya
keanggotaan atau membership fee
sebesar Rp 3 juta per tahun,” ujarnya.

Seperti kemitraan lainnya, ilyas juga tak mengutip royalti fee. Hanya saja, ilyas mensyaratkan mitra menyediakan lahan seluas minimal 200 m² sebagai lokasi bengkel.

“Itu luas ideal untuk membuka bengkel
dan penjualan sparepart sekaligus,”
jelasnya.

Dalam hitungan ilyas, mitra bisa
mendapatkan omzet sektiar Rp 10
Perbulan. Dengan pendapatan
sebesar itu, mitra BMC diperkirakan
bisa balik modal pada bulan ke-18
hingga ke-24.

Salah satu mitra BMC yang membuka
gerainya di langkat adi , mengatakan, antusias masyarakat cukup besar di bengkel yang baru dia buka sebulan lalu. Adi membeli kemitraan paket kecil seharga Rp 150 juta.

Meski terbilang baru, adi bisa
mendapatkan omzet sekitar Rp
9 tuta hingga Rp 10 juta perbulan.

Ia pun memperkirakan, modalnya akan
kembali dalam kurun waktu dua tahun
mendatang. “Bahkan, kalau dilihat
dari respons saat ini, modal saya
bisa kembali dalam waktu lebih cepat
lagi,” ujarnya.

Dengan makin banyaknya populasi
Mobil, adi pun melihat prospek bengkel mobilnya cukup cerah. Padahal, adi
membuka bengkelnya di dekat pabrik sumpit. yang bukan kota besar. (Hadi)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!