KABAR DARI ACEH

Dalam Rakorda Zaid Burhan Katakan Ini

Banda Aceh – Aceh Monitor  Com – Dalam rangka meningkatkan kinerja dan kualitas pelaksanaan anggaran yang efektif dan efisien pada Kementerian/Lembaga (K/L) dan Satuan Kerja (Satker) lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Anggaran (Rakorda PA) Periode I Tahun 2018.

Zaid Burhan Ibrahim, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Aceh mengatakan . Kegiatan Rakorda tersebut melibatkan 47 koordinator wilayah masing-masing K/L dan 122 Satker yang mengelola dana APBN di wilayah Aceh.

Tujuan kegiatan dimaksud untuk menumbuhkan pemahaman dan kesadaran serta mengoptimalkan peran pimpinan strategis di daerah dalam melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran satker.

“Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan anggaran selama tahun 2017, trend realisasi anggaran belanja K/L menunjukkan pola penyerapan yang lebih baik dan lebih proporsional dibandingkan 4 periode sebelumnya “sebutnya.

Penumpukan tagihan belanja di akhir tahun anggaran juga semakin berkurang, dengan adanya batas waktu penyampaian tagihan. Kemudian dari sisi kualitas pelaksanaan anggaran selama tahun 2017, terdapat peningkatan ketepatan waktu penyelesaian tagihan mencapai 72,7% dari 7.686 tagihan yang di terima oleh Kantor Pelayanan. jelas Zaid Burhan Ibrahim.

“Perbendaharaan Negara (KPPN), kepatuhan penyampaian data kontrak meningkat menjadi 46,75% dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 22,16%, tingkat penyerapan mencapai 92,96% lebih tinggi dibanding tahun 2016 sebesar 89,24%, dan penurunan jumlah pengajuan Surat Perintah Membayar (SPM) dengan dispensasi di akhir tahun anggaran sejumlah 36 SPM ” ujarnya.

Namun dalam hal kualitas perencanaan dan penganggaran masih membutuhkan peningkatan sebagai dampak proses penyusunan dan perencanaan anggaran yang kurang matang di level satker ataupun unit eselon I. Dampaknya selama tahun 2017 terjadi peningkatan jumlah revisi DIPA dengan pergeseran pagu anggaran tetap sebanyak 2.770 revisi, meningkat dibandingkan tahun 2016 sebanyak 1.231 revisi.

Ia menambahan , untuk mempersiapkan pelaksanaan anggaran 2018 yang lebih berkualitas, telah dilaksanakan spending review (reviu belanja) berdasarkan kemampuan satker untuk mengeksekusi belanja (pelaksanaan anggaran) dan efisiensi penggunaan anggaran.

“Hasil reviu tersebut diperoleh potensi in-efisiensi alokasi belanja operasional di tahun 2018 mencapai Rp232,45 miliar dari seluruh alokasi sebesar Rp9,7 triliun. Dari potensi in-efisiensi tersebut dapat menjadi opsi untuk penghematan atau pengendalian belanja 2018 serta perbaikan baseline rencana anggaran ditahun 2019 ” tutupnya . (Rel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!