KABAR DARI ACEH

DPD Apersi Aceh Sosialisasi Perbub Pengurangan BPHTB

Banda Aceh – Aceh Monitor Com (AMC). DPD Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Provinsi Aceh mengadakan Halal bi Hal dan Sosialisasi Peratutan Bupati Aceh Besar Nomor 208 tahun 2019 tentang pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah bersubsidi, Sabtu (27/7/2019 di The Pade Hotel Jalan Soekarno Hatta Aceh Besar.

Kegiatan diisi ceramah agama oleh Tgk. Musriadi Puni dan Sosialisasi Perbup disampaikan nara sumber yang mewakili Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Aceh Besar, T. Raja Ikhsan. Juga dilakukan penandatanganan kerjasama APERSI dengan Penasehat Hukum, Rahmad Ariadi, SH, Anggota PERADI Aceh.

Hadir di acara ini Ketua DPD APERSI Aceh, Afwal Winardi, MT, Sekretaris, Alsadesdian, ST,MT, sejumlah anggota APERSI, perwakilan Bank BTN Syariah  , Bank BNI , Notaris sebagai PPAT dan undangan lainnya.

T Raja Ikhsan menjelaskan Keputusan Bupati Aceh Besar, bahwa Pemerintah Aceh Besar melahirkan peraturan tersebut sebagai upaya membantu meringankan beban dari pengusaha yang membangun perumahan dan pemukiman di Aceh Besar dan mendorong makin tumbah dan berkembangnya masyarakat yang memperoleh rumah sumbsidi.

“Pemerintah Aceh Besar ingin supaya masyarakat menengah ke bawah mendapatkan rumah subsidi dengan tidak mengenyampingkan terhadap kontribusi dari wajib pajak terhadap BPHTB untuk rumah subsisinya. Yang mendapatkan subsidi keringan itu yang dibuktikan dengan adanya akad dengan Bank.”, katanya.

Adanya keringanan subsisi 45 persen, PAD meningkat. Pengurangan biaya BPHTB ini sebelumnya belum dilaksanakan, baru mulai diterapkan di awal 2019.

“Dan ini saya lihat respon dari wajib pajaknya sangat luar biasa. PAD Aceh Besar di 2018 di sektor PBHTB nya sekitar Rp.4,9 miliar, kini di bulan juni, satu semester ini sudah hampir Rp. 6 miliar. Artinya ini potensi luar biasa dari sektor BPHTB rumah subsidi”, katanya menjawab media ini.

T Raja berjanji akan menindaklanjuti saran dan harapan dari anggota APERSI, baik infrastruktur maupun segi perizinan kepala daerah. “Kita akan melakukan pertemuan dengan bupati atau sekda agar kendala yang dihadapi developer menjadi terselesaikan dengan baik”, tandasnya.

Ketua DPD APERSI Aceh, Afwal Winardi, MT mengatakan, berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh Besar yang sudah memberi dukungan penuh kepada pengembang yang membangun rumah subsidi melalui perbup Nomor 208 tahun 2019 tentang Pemberian Pengurangan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk rumah bersubsidi 45 persen.

”Pengurangan yang cukup luar biasa sudah dipemanenkan (perbup-red).Selama ini pengembang banyak mengeluh mengenai biaya ekstra termasuk salah satunya BPHTB ini”, kata Afwal.

APERSI mengharapkan, tentang zona nilai tanah. Ini harus disinkronkan kembali. Jadi nilainya tidak dinilai terlampau tinggi oleh pemerintah daerah, sehingga BPHTB nya juga tidak membengkak”, katanya

Target APERSI membangun rumah subsidi di Aceh Besar tahun 2019 sebanyak 5100 unit dan saat ini sudah dibangun di angka 2000-an. Sedangkan tahun 2018 target 4000 rumah, tercapai 2900 unit. “Ada kendala di bank BTN karena kuota yang diberikan pemerintah pusat sudah terbatas”, katanya.

Anggota APERSI se-Aceh sudah mencapai 150 perusahaan. Sedangkan di Aceh Besar ada sekotar 60-70 pengembang,ujarnya.

Sedangkan pengacara, Rahmad Ariadi, SH mengatakan pihaknya memberikan bantuan hukum kepada APERSI membantu secara hukum baik penanganan litigasi ataupun non litigasi.Kita membela kepentingan hukum dari APERSI ketika ada persoalan hukumnya. (Kas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!