Sosbud

Gubernur Aceh Meu Pep Pep Kalau Tidak Benar

Banda Aceh- Aceh Monitor Com.Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau yang akrap disapa Abu, menyampaikan keluh kesahnya dihadapan tamu undangan dalam acara ground breaking pembangunan jembatan Lamnyong banda Aceh, Senin 30 November 2015.

Selama ini saya (gubernur) sering meu pep pep seperti polisi sedang patroli di jalan dalam kota banda aceh, ‘lage polisi Meu Pep Pep (seperti Polisi banyak Omomg)

Keluhan berkali kali ia sampaikan dalam setiap menghadiri acara, gubernur mengungkapkan ia selalu menerima laporan dari bawahanya, setiap ada jembatan di daerah yang ambruk dan adbomennya lonsor selalu diakibatkan karena bencana banjir.

Tetapi ia seakan tidak mengerti, dengan penuh tanya mengapa setiap bencana, terjadi banjir di aceh banyak laporan kepada saya sana sini.

Berita jembatan di seluruh aceh ambruk, longsor, badan jalan ditutupi lumpur di akibatkan karena alam,

Dengan keluh kesahnya gubernur  seakan akan semua ini sudah menjadi sebuah alasan dari instasi terkait kepadanya.’’ kerusakan jembatan di aceh terjadinya karena banjir itu jawaban yang terima dari Dinas Tekait ‘’Jelas Gubernur

Namun semua itu gubernur dengan tegas mengatakan semua yang terjadi tidak lain karena pengerjaan jembatan tersebut kerjakan oleh orang tidak profesional.kata gubernur. Saat breaking groud jembatan lamnyong.

Dalam kesempatan tersebut gubernur juga Meu Pep pep lagi kali ini ditujukan kepada Dinas erhubungan Aceh ” Kadis Perhubungan Hadir di sini tanya Gubernur”.

Dalam hal ini gubernur minta tolong  kepada Dishub Aceh sering-sering memperhatikan seperti lampu pengatur lalu lintas dan rambu-rambu di jalan lintas medan Banda Aceh banyak hilang dan minta dipasang kembali seperti kaca cembung yang dipasang ditikungan  banyak yang hilang.


Gubernur “minta dinas terkait sering turun kelapangan, seperti drom minyak yang di taruk di tengah badan jalan yg didalam ada batu, drom minyak tersebut diletakkan di atas badan jalan,  oleh peminta-minta yang mengatasnamakan untuk bantuan masjid dan bantuan bencana,

hal ini sangat terganggu laju kenderaan dan menjadi tontonan yang memalukan di Aceh serta sangat rawan bagi pengguna jalan nasional antar kota dalam provinsi, ungkap gubernur.

Dengan demikian gubernur mengatakan, semua ini tentu tidak mudah dilakukan,  minta peran serta seluruh instansi dan ulama di daerah masing-masing duduk pakat membahas semua itu. Karena para peminta sedekah yang mengatasnakan bantuan untuk pembangunan masjid disalah gunakan untuk pribadi tutup Gubernur Aceh Zaini Abdullah (Sby)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

To Top
error: Content is protected !!