Banda Aceh, Aceh Monitor Com. Prof Adjunct Marniati -H. Amiruddin Daroy yang maju melalui jalur indepeden, mendaftar diri ke Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh, Kamis (22/9/2016).
Pada saat melakukan pendaftaran ini, mereka turut didampingi oleh seratusan massa pendukung. Paslon yang maju melalui jalur independen ini, bergerak beriringan dari Posko pemenangan pasangan yang akrab disapa” IMAN” dengan menggunakan berbagai kendaraan, baik itu roda dua maupun roda empat. Pasangan ini disambut oleh tim relawan pemenangan, yang sebelumnya telah tiba dan menunggu kedatangan keduanya di kantor KIP Kota.
Selanjutnya, pasangan calon wali kota dan wakil walikota Kota Banda Aceh, Prof Adjunct Marniati dan H. Amiruddin Daroy, melakukan penyerahan berkas pendaftaran kepada ketua KIP yang turut disaksikan amggota serta Sekretaris KIP dan para pendukung dan tim pemenangan IMAN.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KIP Kota Banda Aceh Munawar Syah mengatakan, ini merupakan paslon perseorangan yang maju menjadi Walikota dan Wakil Walikota yang pertama mendaftar ke KIP Kota Banda Aceh.
Setelah kami menerima berkas pasangan IMAN, selanjutnya, berkas yang diserahterimakan tersebut, akan dilakukan verifikasi data. “Apakah sudah lengkap dan sesuai atau belum”.
Sebelum dilanjutkan ketahapan lebih lanjut, berhubung itu juga dalam waktu dekat nanti akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan uji baca Alquran.
“Setelah semua tahapan tersebut terpenuhi, maka pada tanggal 25 Oktober 2016 nanti, akan ditetapkan Paslon yang akan maju dalam Pilkada Kota Banda Aceh,” kata Munawar Syah.
Sementara itu, Prof Adjunct Marniati kepada media ini mengatakan, ia mengaku, alasan dirinya kembali mendaftar sebagai calon wali kota, hanya demi kepentingan warga kota Banda Aceh yang lebih bermartabat kedepannya.
Menurut Marniati, ada berbagai macam permasalahan yang menjadi sorotan kami dan itu harus menjadi program prioritas utama untuk menjadikan Kota Banda Aceh lebih baik lagi kedepannya.” Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi serta mengutamakan penekanan semaksimal mungkin angka pengangguran di Kota Banda Aceh,”ujarnya.
Nah dari sisi penekanan angka pengangguran ini, kita akan mengupayakan hadirnya para investor dari luar negeri maupun dari dalam negeri, untuk dapat menginvestasikan usahanya yang sesuai dengan apa yang ada di daerah kita, maka dengan demikian, nantinya peluang usaha yang mereka bangun nantinya dapat merekrut tenaga kerja bagi putra putri kita yang memiliki kemampuan dan SDM yang andal. Sehingga penekanan angka pengangguran seminimal mungkin dapat teratasi.
Kota Banda Aceh sebenarnya banyak memiliki peluang untuk pengembangan usaha yang telah ada seperti wisata dan budaya, kuliner serta berbagai hasil dari para pengrajin cendera mata yang khas, maka kita akan melirik program wisata edukasi yang menurut kami disini, memiliki potensi nilai jual yang sangat tinggi, termasuk juga terobosan-terobosan pembangunan yang dapat menguntungkan masyakarat Kota Banda Aceh, salah satunya membangun tempat-tempat usaha yang berbasis masyarakat serta membangun apartemen dan rumah susun lebih banyak lagi, yang nantinya dapat ditempati oleh pelajar dan mahasisiwa yang sedang menimba ilmu di perguruan tinggi yang ada di kota Banda Aceh.
“Jika hal ini terjadi, maka kesempatan menyerap tenaga kerja akan dapat lebih baik lagi kedepannya,” pungkas Marniati. ( Fad )
